Wali Kota Palembang Harnojoyo

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wali Kota Palembang Harnojoyo menetapkan status dari zona merah kategori risiko tinggi COVID-19 menjadi zona orange kategori risiko sedang. Selanjutnya Palembang harus berubah menjadi zona kuning kategori rendah hingga zona hijau kategori aman agar bisa menerapkan new normal.

“Kita umumkan perubahan status Kota Palembang dari sebelumnya zona merah berubah menjadi zona orange. Transisi tersebut berdasarkan penilaian 15 indikator salah satunya terkait kondisi rumah sakit rujukan di Palembang,”ucap Harnojoyo di Rumah Dinas usai rapat evaluasi PSBB tahap II, Senin (15/6).

Nah orang nomor satu di Kota Palembang ini tidak menetapkan untuk melanjutkan kembali ke PSBB jilid III. Meskipun besok pada hari Selasa 16 Juni 2020 PSBB jilid II telah berakhir.

“Besok PSBB berakhir kita belum tetapkan apakah lanjut ke PSBB ke III tetapi yang jelas kita akan gunakan tahap lain. Tahap itu bisa transisi atau kita menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan status kita sekarang berada di zona orange menunggu sampai zona hijau baru masuk ke new normal,”ucapnya

Dilanjutkannya lagi terkait besok adalah inkubasi 14 hari berakhir PSBB jilid II terhitung mulai 2 Juni 2020. Keputusan pasti Harnojoyo masih enggan menyebutkan karena nanti akan masih menggelar rapat.

“Keputusan pasti besok (16/6) rapat lagi dengan forkompimda. Kami belum memastikan apakah berada dalan PSBB transisi atau penegakkan disiplin protokol kesehatan,”jawabannya lagi terkait status PSBB berlanjut atau tidak

Namun ia menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian Dinas Kesehatan Palembang, skor akumulasi rata-rata dari penilaian 15 indikator tersebut meningkat, dari sebelumnya zona merah dengan tingkat persentase 1,8 persen saat ini sudah menjadi 1,5 persen.

“Seperti indikasi okupansi rumah sakit awalnya hanya 20 persen yang tidak terisikan (pasien di luar COVID-19) sekarang rumah sakit di Palembang sudah bisa 55 persen. Jadi jika rumah sakit kita jadi rujukan dari kabupaten lain, artinya tren (okupansi) membaik,” jelas dia.

Mengenai adakah Pemkot Palembang mengatur kebijakan baru dalam perubahan status zona. Pihaknya menyampaikan akan ada rapat lanjutan terkait evaluasi peraturan melibatkan semua tim gugus tugas COVID-19.

“Sepertinya sanksi tidak ada, kalaupun ada tetap mengedepankan kebijakan secara humanis dan persuasif,”pungkasnya