Dedi korban pengeroyokan mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi.

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Karena tidak mampu membayar hutang Dedi Utama (22) sopir angkot menjadi korban pengeroyokan. Alhasil, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke kantor polisi.

Menurut warga Lorong Idaman, Kecamatan Kemuning ini, menceritakan kepada polisi. Hal tersebut terjadi di Lorong Manggar 2, Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Rabu (17/6) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kejadian bermula saat pelaku Bambang warga Lorong Manggar 2, Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, mendatangi korban untuk menagih hutang.

“Saya mempunyai hutang sebesar Rp1,8 juta kepada pelaku. Tapi saat itu saya tidak mempunyai uang lantas saya hanya membayar kepada pelaku sebesar Rp900 ribu,”ujarnya Jumat,(19/6)

Dilanjutkannya kemudian pelaku kembali menemui korban untuk menaggih hutang. Pelaku datang tidak sendirian dengan mengajak rekan-rekannya.

“Pada saat itu pelaku datang bersama dengan teman-temannya yang berinisial PI dan DE, kemudian saya diajak Bambang kerumahnya. Setelah tiba dirumah pelaku terlihat ada sekitar enam teman pelaku yang sudah menunggu,” ungkapnya.

Kemudian pelaku langsung marah dan menganiaya serta mengeroyoknya. Meskipun dia meminta waktu untuk melunasi semua sisa hutang tersebut.

“Saya sudah mengatakan kepada pelaku kalau saya lagi mencari uang tambahan untuk membayar sisa utang saya, tapi pelaku tidak mau mendengarkan dan langsung mengeroyok saya bersama dengan teman-temannya, ada juga teman pelaku yang menusuk saya menggunakan senjata tajam dari belakang tapi saya tidak tahu namanya,” bebernya.

Kemudian setelah itu korban langsung pergi dan meninggalkan pelaku. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar pada bagian kepala, luka memar pada mata bagian sebelah kanan dan bekas luka sabetan senjata tajam pada bagian tubuh belakang korban.

Tidak terima menjadi korban pengeroyokan lantas korban mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi.

“Saya tidak terima menjadi korban pengeroyokan dan saya berharap pelaku bisa bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan pengeroyokan yang dialami korban.

“Laporan korban sudah diterima anggota piket kita, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang,”pungkasnya

Keterangan foto :