Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda saat mengunjungi Pak Ibrahim di rumahnya

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kita harus banyak belajar dari sosok Ibrahim yang tidak pernah mengeluhkan kehidupannya. Bahkan meskipun mengalami keterbatasan diri alias cacat fisik ia mampu menghidupi istri dan kedua anaknya.

Namun dampak pandemi membuat usaha sebagai servis handphone nyaris gulung tikar. Akhirnya dia memberanikan diri membuat proposal pinjaman UMKM dengan mendengar kabar Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda tengah gencar kembali menghidupkan UMKM di Kota Palembang di jelang new normal.

Aksinya itu langsung direspon Wawako hingga menyempatkan diri secara pribadi mendatangi rumah di Gang Merpati RT 22 RW 05 Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring.

Finda nama sapaan Wawako juga memberikan pujian karena melihat sosok Ibrahim sebagai penyandang disabilitas tidak surut untuk memperjuangkan hidupnya.

“Di tahun 2017 Bapak Ibrahim pernah saya kunjungi. Beliau adalah warga yang sangat saya kagumi sekali karena di tengah keterbatasan cacat sejak lahir tapi semangat tidak pernah surut,”puji Finda

Finda mengaku memang pihaknya tengah fokus menyelamatkan perekonomian warga Kota Palembang. Terlebih lagi di pademi banyak usaha gulung tikar karena modal telah habis digunakan (untuk kehidupan sehari-hari) dipakai ketika masa lockdown dan PSBB.

“Beliau keseharian servis handphone mau butuh modal usaha. Kita akan bantu karena memang banyak UMKM terdampak pandemi telah kita berikan bantuan,”ujarnya

Tidak hanya membantu Ibrahim Finda dalam menghidupkan lagi usahanya. Agar bisa kembali beraktifitas Finda memperbaiki sepeda motor modifikasi milik Ibrahim.

Ini dia motor modifikasi milik Ibrahim yang tengah rusak tergeletak di samping rumahnya

Di bincangi Ibrahim mengaku senang semua permasalahan terselesaikan. Dia memang merasakan sosok Finda yang mampu memikirkan kehidupan rakyat seperti dirinya.

“Saya sangat mengidolakan Ibu Wawako dia sangat menginspirasi. Dulu tahun 2017 saya pernah dibantunya juga, saat itu kerja ambil upahan metik cabe,”ucapnya juga mengaku senang bertemu dua kali sosok yang sangat dia idolakan itu.

Diakuinya sudah dua tahun kehidupan sedikit terbantukan saat menggeluti usaha servis HP. Namun ketika pandemi menjadi momok tidak ada lagi konsumen yang mau dikunjungi dan datang kerumahnya untuk servis.

“Makanya saya senang Bu Wawako datang karena saya mau minta bantuan usaha servis HP. Tentunya agar hidup saya tidak tergantung dengan orang lain,”ucapnya penuh semangat

Disinggung soal usaha apa yang ada dibenak apabila mendapat modal usaha. Ibrahim bermimpi ingin memiliki counter HP agar konsumen lebih banyak yang datang. Modal juga digunakan untuk membeli beragam peralatan servis HP nanti.

“Saya harus mandiri meskipun tanah yang ditempati ini sewa setahun 1,5 juta. Semoga usulan usaha saya diterima nantinya bisa bikin counter. Saya juga sangat senang sekali motor juga akan diperbaiki. Tentunya saya bisa bekerja lagi,”ujarnya dengan penuh bahagia.

Sedangkan cacat fisik yang dialaminya Ibrahim didapatkan ketika kecil. Sejak dilahirkan 58 tahun yang silam dia mengalami demam tinggi hingga mengakibatkan dirinya lumpuh layu atau istilah medis Ibrahim ketika kecil terkena penyakit polio.

Namun kegigihan ditunjukkan Ibrahim meskipun lumpuh dia mampu menggerakkan anggota badan. Hingga dewasa meskipun tangannya mengecil jalannya merangkak karena kakinya juga ikut mengecil Ibrahim mampu beraktifitas leluasa. Saat dibicangi pun tampak terasa semangat berapi-api. Seakan dia menunjukkan kegigihannya tidak bisa diremehkan meskipun disandingkan dengan orang normal sekalipun.