Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Ketua Kampung Sayur Rudi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Siapa sangkah di Kota Palembang ada satu kampung dipenuhi dengan beragam sayur mayur. Waki Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda memberikan apresiasi atas kerja keras warga bisa menciptakan sebuah kampung sayur.

Kampung Sayur itu berada di Jalan Batu Nilam, No 67, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Bahkan Finda nama sapaan Wawako mengucapkan, “wow” saat datang dan berjalan mengelilingi kampung sayur.

Wawako terlihat berbahagia saat melintasi kampung yang dipenuhi dengan sayuran

“Wow indahnya disekeliling jalan ada sayuran. Benar-benar kampung yang indah, bersih, sehat, inovatif dan kreatif,”kata Finda Selasa,(16/6)

Finda memberikan pujian kepada warga disana tentang kreatif dan inovatif bukan tanpa alasan. Sebab semua alat untuk menjadi fasilitator tanaman sayuran dibuat warga menggunakan alat-alat bekas dan juga ada sampah rumah tangga sehari-hari kerap dimanfaatkan.

Seperti ada ban, plafon, sampah plastik rumah tangga dibuat untuk pot sayuran. Bahkan disetiap ruas jalan memasuki kampung di penuhi tanaman sayuran. Lalu di satu lapangan yang dulunya adalah tempat pembuangan sampah di sulap menjadi taman sayur mayur.

“Beragam sayuran bisa kita temukan disini. Warga sangat kreatif dan inovatif sekali. Sebab saya liat beragam sampah rumah tangga bisa di daur ulang untuk kebutuhan membuat pot. Pokoknya luar biasa sekali kampung sayuran ini,”pujinya

Kreatifnya warga kampung sayur sampah plastik deterjen pun bisa dimanfaatkan

Dia berharap masyarakat Kota Palembang mencontoh warga kampung sayuran. Bagi apabila kampung bisa di buat lebih bermanfaat tentunya akan lebih bersih dan sehat. Terlebih lagi di tengah pandemi COVID-19 lingkungan yang sehat menjadi benteng kuat untuk pelindung.

“Saya berharap kesemua ini di contoh warga Palembang lainnya. Memanfaatkan lingkungan menjadi lebih bermanfaat dan sehat,”pungkasnya

Sementara itu Ketua Kampung Sayur
Rudi mengatakan, asal mulanya dia belajar dari internet situs Youtube dengan konten bagaimana membuat beragam pot dari bahan bekas. Lalu dia mengajak warga membuat pot dan menanam sayuran. Alhasil dengan ke uletan warga bertahap tapi pasti, mulai sejak awal tahun mereka membina lingkungan hingga lahirlah kampung sayur di kampungnya.

“Kita beli pupuk tanah dan sebagiannya swadaya. Untuk sayurannya disini macam macam jenis. Kalau panen biasanya kita membagikan hasilnya ke warga sekitar saja. Tapi kalau ada yang mau beli orang biasanya langsung ke sini,”kata Rudi