Hariyadi saat berbincang dengan Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kehilangan kedua tangan membuat Hariyadi terkadang suka menangis sendiri. Bahkan setiap jedah waktu dia selalu berdoa dan berharap bisa memiliki dua tanggan palsu.

Bapak berumur 48 tahun ini, tidak bisa lagi bekerja menghidupi keempat anaknya. Bahkan istri menggantinya bekerja berjualan minuman di taman publik POM IX kawasan Jalan Balap Sepeda. Namun Hariyadi ikut menemani istri berjualan menggantikan dirinya mencari nafkah.

Pukul 10.30 WIB hari Kamis, (25/6) akhirnya doa Hariyadi terkabulkan. Tiba-tiba suara sapaan hangat terdengar yang keluar dari bilik pintu rumah terbuat dari kayu. “Assalamualaikum,”ucap Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda tiba-tiba bertamu ke rumahnya

Melihat Finda nama sapaan Wawako menaiki tangga rumah panggung miliknya membuat Hariyadi tak kuasa membendung tangis.

Setelah duduk didalam rumah kemudian Finda mengatakan apa yang bapak inginkan sekarang. “Saya ingin normal punya dua tangan,”ucapnya pelan penuh harapan menjawab pertanyaan Wawako

Finda menjawab kedatangannya kesini bukanlah sebuah kebetulan atau disengaja. Dia sangat yakin doa serta kegigihannya membuat kakinya berjalan sendiri ke rumah tersebut.

“Mungkin ini sudah petunjuk Tuhan dari doa bapak sampai selama ini,”ucap Finda

Tiba-tiba istri Hariyadi ikut menangis sembari terus mengucapkan syukur. Dia bahkan langsung spontan perlahan mengucapkan kata terimakasih kepada Ibu Wawako.

“Inilah tugas kita sesama manusia saling tolong menolong,”ucapnya lagi sembari menenangkan Hariyadi berserta istri yang terus mengeluarkan air mata

Setelah kondisi Hariyadi tenang, disela-sela itu dia bercerita tentang cacat fisiknya dia dapatkan bukanlah sejak lahir sebagai penyandang difabel atau disabilitas.

Itu bermula peristiwa kecelakaan dialaminya pada tahun 2009 di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sedikit membuka cerita duka Hariyadi melanjutkan saat itu dia bekerja mengecat di sebuah SPBU. Namun tiba-tiba tangannya tersengat listrik. Kedua tangan mengalami luka bakar stadium tinggi hingga diharuskan diamputasi karena tidak lagi bisa difungsikan. Sedangkan untuk mendapatkan dua tangan palsu dia harus mempunyai uang sebesar Rp 50 Juta.

Dibicangi Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, tidak hanya tangan palsu saja yang akan dibantunya. Namun rumah Hariyadi di Jalan Pertanahan RT 53 RW 12 Lorong Kelapa, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II akan di bedah. Karena rumah milik Hariyadi adalah tanah wakaf. Finda juga akan membantu mengurus surat tersebut.

“Kita akan berupaya membuatkan tangan palsu. Dan juga kita akan membantu mengurus surat tanah. Dan setelah resmi rumah menjadi milik Bapak Hariyadi, selanjutnya akan kita masukan program pemerintah bedah rumah.”ujar Wawako saat diwawancarai usai bertamu ke rumah Hariyadi