Gas Elpiji Pertamina (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Penyebaran gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) yang diperuntukkan untuk kalangan menengah ke bawah, ternysta masih saja tidak tepat sasaran.

Bahkan banyak masyarakat miskin sering kesulitan mendapati gas tersebut, karena diduga adanya permainan oknum di lapangan.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex langsung mengambil tindakan tegas terkait kondisi ini.

Dia pun mengeluarkan Surat Edaran Bupati Muba Nomor 900/584/Dagperin/2020 Tentang HET dan Pemakai Gas LPG 3 Kg.

Isi surat edaran Bupati Muba yaitu mengawasi agen pangkalan untuk menjual gas Elpiji 3 Kg, yang harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Serta mengawasi pangkalan untuk tidak menjual gas Elpiji, kepada orang dan pihak tertentu.

“Gas elpiji 3 Kg ini tidak boleh dijual ke ASN, rumah tangga dengan penghasilan lebih dari Rp1.500.000, para pelaku usaha industri, cafe, pengoplos, dan restoran, dan usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp50 juta,” ucapnya, Kamis (4/6/2020).

Jika pangkalan agen gas Elpiji melanggar ketentuan dari Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, maka akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

Dodi Reza Alex Noerdin pun meminta semua pihak, untuk mengawasi dan melaporkan jika ada pelanggaran tersebut.

Kadisdagperin Muba Azizah pun akan berkoordinasi dengan tim, untuk memastikan surat edaran Bupati Muba di lapangan.

“Kalau masih ada yang melanggar ketentuan sesuai edaran Bupati Muba akan diambil tindakan tegas, kami juga akan rutin mengecek kondisi di lapangan,” katanya.