Selain mensosialisasikan new normal Wawako juga memberikan bantuan sembako ke Yayasan Amanatul Musthofa Jalan Sekolahan II Kampung Sukarejo Kelurahan 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur III.

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Perlahan tapi pasti Kota Palembang akan kembali berjalan normal di tengah pandemi COVID-19. Lantaran agar kesejahteraan masyarakat juga tetap berjalan.

Hal itulah di sosialisasikan Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda kepada warganya Sabtu,(30/5) di Yayasan Amanatul Musthofa Jalan Sekolahan II Kampung Sukarejo Kelurahan 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur III.

“Kebetulan saya bisa hadir di Yayasan Amanatul Musthofa. Terimakasih juga telah diterima dengan baik. Sekaligus kedatangan saya untuk mensosialisasikan new normal,”kata Wawako Sabtu,(30/5)

Menurut Finda nama sapaan Wawako konsep new normal adalah sebuah kehidupan baru bagi masyarakat. Dia menyebutkan new normal akan berjalan apabila masyarakat lebih meningkat lagi gaya hidup sehat dengan acuan protokol kesehatan.

“New normal adalah tatanan hidup yang baru tapi tetap terkontrol. Bukan berarti normal seperti yang lalu-lalu. Tidak melepas masker atau tanpa menjaga protokol kesehatan. Tetapi new normal masyarakat harus lebih memaksimalkan lagi kehidupan dengan menjalankan protokol kesehatan. Itu yang saya sosialisasikan agar warga memahaminya,”ungkapnya

Finda menyebutkan Yayasan Amanatul Musthofa disebutnya menjadi penyambung lidah pemerintah kepada masyarakat. Khususnya umat muslim seperti di dalam aktifitas pertemuan pengajian pengajian.

“Kita harapkan sosialisasi new normal ini sampai ke masyarakat terlebih dahulu. Pastinya sebelum kita terapkan serentak bulan depan sesuai arahan Bapak Presiden,”ujarnya

Ditanya soal persiapan pemerintah kota (Pemkot) terkait merealisasikan new normal. Finda menjawab sebelum penerapan itu pihaknya telah melakukan survei kepada tingkah laku masyarakat Palembang. Disebutnya masyarakat sudah mulai mematuhi protokol kesehatan hingga new normal diterapkan seharusnya tidak ada kendala.

“Kita lihat 90 persen masyarakat sudah patuh menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan. Tentunya kita lihat kedepan penerapan new normal apabila masyarakat bisa menjalankan atau tidak. Pastinya kedepan keputusan penerapan itu kita tetap jalankan atau tidak tergantung masyarakat,”pungkasnya