Detak-Palembang.com PALEMBANG – Selama pandemi COVID-19 melanda, hingga status lockdown dan PSBB, membuat tempat wisata di Kota Palembang terlupakan dan tidak terurus. Wisata tepian sungai Musi Griya Kain Tuan Kentang misalnya, kondisinya banyak dipenuhi tanaman eceng gondok.

Hal itu dilaporkan warga kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda melalui media sosial (medsos) baik Instagram dan facebook pribadi miliknya.

“Ada laporan warga disekitar sini banyak sekali eceng gondok. Bahkan sampai binatang masuk ke rumah warga akibat penuh eceng gondok,” ucap Wawako, Sabtu (30/5).

Dilanjutkannya, pemerintah kota (Pemkot) tengah menggodok persiapan new normal tentunya objek wisata di Palembang harus kembali di kedepankan. Terlebih untuk pemasukan Kota Palembang atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), disebutnya terbesar melalui pariwisata.

“Sebentar lagi kita akan memberlakukan new normal. Semua kembali seperti semula objek wisata kita harus kembali berjalan dan para UKM bergiat kembali,” ucap Fitri.

Nah beriringan laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti Wawako itu. Ternyata Finda memang berencana untuk mengontrol kembali tempat objek wisata jelang penerapan new normal di Kota Palembang. Dia melihat objek wisata pinggiran sungai Musi sangat menarik sekali bagi para wisatawan lokal, luar kota dan mancanegara untuk datang berkunjung.

“Disini ada rumah kembar, rumah limas asli Palembang. Ada kain songket tempat yang nyaman untuk menikmati pinggiran sungai musi dan juga ada cafe. Para wisatawan juga bisa datang kesini melalui jalur darat dan sungai,” ucapnya mempromosikan objek wisata di Lokasi Griya Kain Tuan Kentang berada di Jalan Aiptu A. Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring.

Wawako juga berpesan kepada masyarakat sekitar untuk turut membantu pemerintah menjaga dan merawat objek wisata. Kata Wawako, Kota Palembang tidak kalah nyaman indah dan menarik dibanding Kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

“Tempat yang indah ini marilah kita rawat dan jaga bersama-sama. Jangan sampai sudah ada dan dipersilahkan tetapi masyarakat juga tidak mau menjaganya,” himbaunya.