Ilustrasi tenaga medis

Detak-Palembang.com, OGAN KOMERING ILIR – Sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), RSUD Kayu Agung sangat membutuhkan banyak bantuan tenaga medis berpengalaman.

Sayangnya, belasan orang dokter dan perawat di RSUD Kayu Agung harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, dan masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kekurangan jumlah pekerjanya ini, membuat RSUD Kayu Agung membutuhkan tenaga medis relawan untuk menggantikan sementara posisi para ODP.

Diungkpakan Direktur RSUD Kayuagung, T Mirda Zulaicha, dalam kondisi seperti ini bantuan relawan sangat dibutuhkan.

“Untuk kekurangan tenaga medis, kita mengundang relawan medis untuk bergabung menjadi dokter jaga IGD sampai kondisi normal kembali,” katanya.

Syarat yang harus diajukan untuk tenaga medis relawan yaitu, Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih aktif dan Surat Izin Praktik (SIP) Sementara dari Dinkes OKI.

Manajemen RSUD Kayuagung sendiri, memastikan telah melakukan antisipasi dengan mengistirahatkan dokter dan perawat bersangkutan sejak 15 Mei 2020, untuk kemudian melakukan isolasi mandiri.

“Mereka sudah tidak bertugas karena menjalani isolasi mandiri” ujarnya.

Saat ini para tenaga medis tersebut masih diisolasi di Mess RSUD Kayu Agung dalam kondisi baik.

Dengan diisolasinya beberapa tenaga medis itu, pihaknya melakukan kebijakan layanan dengan mengalihkan layanan rawat jalan ke Instalasi Gawat Darurat.

“Pelayanan kita upayakan berjalan normal meskipun tenaga medis kami diisolasi. RS tetap melayani masyarakat seperti biasa. Karena instruksi dari bupati langsung,” katanya.

Kepada warga masyarakat Kabupaten OKI dan sekitarnya, Mirda juga mengingatkan untuk tidak perlu panik menanggapi kabar terpaparnya tenaga medis RSUD Kayuagung.

“Karena kami pastikan melaksanakan protokol kesehatan pada rekan-rekan kami yang diisolasi demikian dengan pelayanan kepada pasien” ujarnya.