Aktivitas para peziarah di TPU Kandang Kawat Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Salah satu aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu menggunakan masker dan melakukan social distancing atau jaga jarak.

Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Corona Covid-19 di Sumsel, yang jumlah pasien positif Covid-19 semakin hari kian bertambah.

Namun sepertinya social distancing yang menjadi pencegahan penularan Covid-19, justru tidak berlaku saat para warga menjalankan tradisi ziarah kubur saat lebaran.

Kondisi ini terlihat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang Sumsel.

Dari hari pertama lebaran hingga hari ini, Kamis (28/5/2020), para peziarah berbondong-bondong mendatangi komplek pemakaman di Jalan Bambang Utoyo Palembang ini.

Banyak dari mereka yang datang menggunakan kendaraan roda dua berboncengan, hingga beramai-ramai bersama keluarganya, untuk berziarah ke makam keluarganya.

Social Distancing pun seakan terlupakan, karena tidak adanya jarak para peziarah saat berjalan mendatangi makam demi makam.

Bude, salah satu peziarah TPU Kandang Kawat Palembang menuturkan, kendati sudah ada aturan PSBB dan bahaya penularan Covid-19, namun dia sekeluarga susah untuk menanggalkan tradisi ziarah kubur ini.

Para peziarah mengunjungi komplek pemakaman di TPU Kandang Kawat Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

“Sudah jadi kebiasaan setiap tahun pas lebaran, berziarah ke makam keluarga di sini. Untuk kesehatan, kita serahkan saja kepada Tuhan,” ucapnya.

Sama halnya dengan Wijaya, warga Kecamatan Ilir Timur II Palembang ini, selalu mendatangi makam ibunya, ketika di lebaran pertama.

“Bukan hanya setiap lebaran saja, tapi waktu saya rindu pasti ke makam. Tapi karena memang lebaran, mau mengunjungi makam ibu,” katanya.

Diakui Kevin, petugas kebersihan makam di TPU Kandang Kawat Palembang, dengan adanya aturan PSBB dan ancaman penularan Covid-19, membuat pengunjung pemakaman lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau hari pertama lebaran, bisa dapat upah hingga Rp500.000. Tapi di hari pertama kemarin, dapat Rp100.000 saja, lama sekali,” ucapnya.