Hidayatullah, warga Kabupaten Ogan ilir Sumsel memproduksi gitar kayu custom di bengkelnya.

Detak-Palembang.com, OGAN ILIR – Memotong dan memahat kayu, menjadi keseharian Hidayatullah selama 11 tahun terakhir.

Warga Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) ini pun, memenuhi kebutuhan hidupnya dari usaha furniture-nya tersebut.

Namun siapa sangka, di balik rutinitasnya yang cukup menguras tenaga, Hidayatullah juga dikenal warga sekitar sebagai pengrajin gitar kayu.

Warga Desa Sentul Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Sumsel ini, awalnya menggeluti usaha produksi furniture kayu.

Lalu salah seorang temannya yang merupakan gitaris Organ Tunggal, memintanya membuatkan gitar custom.

“Awalnya menolak, karena tidak percaya diri dan belum pernah membuat gitar. Lama kelamaan, permintaan tersebut terus ada. Akhirnya saya memberanikan diri membuat gitar custom,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Hidayat, sapaan akrabnya, lalu membuat gitar custom dengan spesifikasi dan desain yang disepakati oleh pemesan.

Di awal produksi, dia membuat pola desain dan komponen gitar yang dibantu oleh temannya.

Untuk mengetahui seluk beluk komponen gitar, dia pun membedah gitar merk ternama.

Setelah menghasilkan gitar custom kreasi pertamanya, dia semakin termotivasi untuk membuat gitar custom selanjutnya.

Hidayat juga sedang giat memproduksi alat musik mandolin.

“Sudah produksi 12 unit gitar kayu custom dan 4 unit mandolin. Yang pesan masih warga Ogan Ilir,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan 1 unit gitar custom, dia hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu saja.

Bahan bakunya sendiri, digunakan kayu tembesu dan jati yang mudah didapatkan di Sumsel.

Karena memproduksi sendiri, Hidaya tidak pernah mematok harga untuk tiap pesanan gitar customnya.

“Kalau awalnya untuk gitar custom Ibanez yang pertama, disepakati harganya Rp3,5 juta. Tapi itu bukan patokan harganya, masih bisa ditawar,” ujarnya.