Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Para penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, akan kembali mendapatkan tambahan bantuan dari pemerintah.

Penyaluran dana BLT Dana Desa di Sumatera Selatan (Sumsel), akan diperpanjang tiga bulan lagi.

Yaitu di Bulan Juli, Agustus dan September 2020. Namun, dama ini akan dibagikan sebesar Rp300.000, dari sebelumnya sebesar Rp600.000.

Diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumsel Yusnin, saat ini sebanyak 2.171 desa di Sumsel atau sekitar 76,09 persen sudah disalurkan dana BLT Dana Desa kepada warganya.

Jumlah itu dari total sebanyak 2.853 desa di Sumsel, yang dianggarkan untuk mendapatkan bantuan.

Dana BLT yang telah tersalur sebesar Rp143,36 miliar kepada 224.819 penerima BLT Dana Desa.

“Sejauh ini penyalurannya sudah cukup baik. Hampir seluruh kabupaten/kota penyalurannya sudah diatas 80 persen. Hanya OKU Timur saja yang realisasinya masih sedikit. Masih sekitar 14 desa dari 305 desa,” katanya, Kamis (28/5/2020).

Untuk kabupaten/kota yang sudah menyalurkan BLT dana desa 100 persen, kepada warganya baru di dua daerah.

Yakni Kabupaten Banyuasin dan Kota Prabumulih. Sedangkan kabupaten/kota lainnya belum terealisasi 100 persen.

Menurutnya, jangka waktu pemberian BLT diperpanjang tiga bulan ke depan. Dari sebelumnya hanya dibagikan pada periode April-Mei-Juni diperpanjang hingga Juli-Agustus-September.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua atas PMK 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan dana desa.

“Hanya untuk tiga bulan terakhir ini, besaran dananya Rp300 ribu,” katanya.

Yusnin menyebutkan kebijakan untuk memperpanjang masa pemberian BLT DD melihat perkembangan penyebaran virus Korona di Indonesia, khususnya Sumsel.

“Dampak ekonominya sangat terasa hingga ke masyarakat pedesaan. Sehingga dibutuhkan dana stimulus agar perekonomian warga bisa bangkit lagi,” ungkapnya.

Masih kata Yusnin, dana BLT dibagikan dengan dua cara. Yakni diberikan secara tunai atau cash serta transfer bank.

Namun, kebanyakan desa di Sumsel menyalurkan dananya melalui pemberian secara tunai. Sebab, masih banyak desa yang belum terjangkau pelayanan perbankan.

“Sebanyak 188.662 penerima menerima dana secara tunai. Sementara 36.157 penerima mendapatkannya melalui transfer,” tuturnya.

Yusnin membeberkan secara total ada sebanyak 269.574 penerima BLT DD di Sumsel, dengan total penyalurn dana selama tiga bulan sebesar Rp485,23 miliar.

Ada 4 kriteria calon penerima DD diantaranya orang yang masuk DTKS tetapi belum menerima JPS, belum terdata di DTKS atau sebagai warga miskin baru, warga yang kehilangan mata pencaharian dan warga yang memiliki masalah kesehatan menahun atau kronis.

Sejauh ini penyaluran dana desa sudah berjalan dengan baik. Meskipun di lapangan masih ada warga yang melakukan protes karena tidak mendapat penyaluran dana.

“Seperti di dua desa di Muara Enim. Tapi sejauh ini hanya dua desa itu saja yang bermasalah. Desa yang lain tidak ada,” ujarnya.

Yusnin menegaskan pendataan yang dilakukan oleh aparatur desa dan pemerintah kabupaten/kota sudah dilakukan secara ideal.

Kalaupun ada warga yang belum menerima, lanjutnya, karena memang secara pendataan warga tersebut belum masuk dalam kriteria yang telah ditetapkan.

“Mereka mungkin bisa dimasukkan ke dalam program sosial lainnya,” ucapnya.