Korban saat mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan pencurian motor yang dialaminya, lapor hari Selasa (12/5)

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Meskipun di tengah pandemi COVID-19 masyarakat di himbau tetap berada di rumah namun kejahatan masih saja marak terjadi. Bahkan aksi kejahatan hipnotis kembali terjadi.

Hal itu dilaporkan Robi (38), warga Jalan Residen A Rozak, Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang, melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang, Selasa (12/5).

Kejadian tersebut bermula saat ia sedang mengendari sepeda motornya untuk mencari pekerjaan.

“Pada saat kejadian saya dipepet tiga orang dengan menggunakan sepeda motor di Jalan Umum Kertapati Kecamatan Kertapati, Sabtu (9/5/2020) pukul 13.00 WIB. kemudian salah satu pelaku langsung memukul bahu saya dan dan meminta saya menyerahkan kunci motor beserta kelengkapan motor saya,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Diketahui pelaku berbonceng tiga dengan menggunakan satu sepeda motor.Lebih lanjut korban mengatakan kalau pada saat itu ia tidak sadar.

“Saya seperti dihipnotis mas, saya tidak sadar dan mau saja menuruti permintaan pelaku. Pada saat itu pelaku hanya meminta motor dan surat motor saya saja, kemudian setelah pelaku pergi dengan membawa motor saya saat itu saya langsung tersadar dan mencoba meminta tolong, karena pelaku sudah jauh saya tidak bisa lagi mengejarnya,” katanya.

Pada saat kejadian dilokasi ramai, namun karena pelaku telah membawa motor korban jauh sehingga warga dan korban tidak bisa mengejar pelaku.

Diketahui motor korban masih dalam angsuran. “Motor saya kredit 3 tahun dan baru bayar 13 bulan, saya harap pelaku bisa tertangkap dan motor saya bisa cepat ditemukan, dan saya baru melaporkan kejadian tersebut hari ini karena ada beberapa berkas yang harus saya siapkan,” tutupnya.

Akibat kejadian tersebut korban kehilangan merk honda revo fit warna hitam dengan BG 3525 AAP, beserta STNK milik korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan (curat) yang dialami korban. “Laporan sudah kita terima dan laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim,” pungkasnya.