Nuryana (78), nenek penjual kembang di TPU Kandang Kawat Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diberlakukan hari Rabu (20/5/2020), turut menjadi perhatian para pelaku usaha.

Salah satunya usaha kembang kuburan di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Dewi, pedagang kembang kuburan di depan TPU Kandang Kawat Palembang merasa cemas jika PSBB akan membatasi aktivitas dagangannya.

“Bagaimana kalau tidak boleh berjualan, kita mau makan apa. Apalagi jelang lebaran, biasanya ramai peziarah,” ujarnya.

Sama halnya diungkapkan Nuryana (78), penjual kembang kuburan sejak tahun 1975 ini juga merasa sedikit cemas.

TPU Kandang Kawat Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Sebelum adanya PSBB, jualannya sudah sepi pembeli saat wabah Corona Covid-19.

“Lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya. Ditambah bulan Ramadan memang tidak ada yang berziarah kecuali menguburkan jenazah,” katanya.

Dia berharap pemerintah tidak melarang mereka berjualan. Apalagi harus membatasi jam operasional selama 5 jam.

Karena menurutnya, untuk penjualan sehari-hari saja sudah sepi karena eabah Corona Covid-19. Apalagi harus dibatasi waktu jualannya.