Ilustrasi photo pasar

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Perusahaan Dagang (PD) Palembang Jaya mengambil langkah cepat, terkait menyusul adanya kasus meninggal seorang pedagang Pasar Kebon Semai Sekip Palembang yang diduga suspect COVID-19.

Alhasil pasar tradisional yang memang ramai saat H+3 Idul Fitri dipastikan ditutup untuk di sterilisasi agar mencegah COVID-19 tersebar.

“Kita akan ikuti sesuai anjuran Jubir Penanganan kasus Covid 19, Pasar Kebun Semai akan ditutup sementara,” tegas Dirut PD Pasar Palembang Jaya Abdul Rizal, S.pd, MM, Senin (25/5) malam via telepon seluler

Dikatakan Rizal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan gugus tugas Covid 19 dan dinas kesehatan, untuk melakukan sterilisasi pasar.

“Biasanya pasar tradisional kembali beroperasiH+3, usai lebaran, dengam adanya kejadian pasar tutup akan lebih lama sebelum dinyatakan steril.oleh dinas kesehatan,” tegasnya.

Pedagang pun, katanya diharuskan untuk menjalani Rapidtest.

“Lebih kurang ada 150 pedagang di Pasar Kebun Semai itu, mereka akan menjalani Rapidtest secara bergelombang dan kemampuan dinkes,” ungkapnya.

Dengam adanya peristiwa ini, kata Rizal pihak pasar akan lebih memperketat pengawasan kepada pedagang dan pembeli untuk seluruh pasar tradisional yang ada.

“Kita tetap mengikuti protokol kesehatan dan intruksi Walikota, dan SK Dirut PD Pasar, pedagang atau pembeli yang tidak mengikuti protokol kesehatan kita suruh pulang dari pasar,” tegasnya.

Kabar beredar ada seorang pedagang di pasar Kebun Semai Sekip meninggal diduga kuat terjangkit COVID-19.Total positif COVID-19 di Sumsel kini menjadi 736 kasus.

“Ya, ibu Y usia 53, meninggal suspect Covid-19, dimakamkan pukul 14.00 WIB tadi. Belum sempat di swab krn pasien baru datang di IGD,” kata Juru Bicara Penanganan COVID-19 Sumsel Prof Yuwono membenarkan hal tersebut.