Detak-Palembang.com PALEMBANG – Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Eko Indra Heri, S, M.M., memimpin Apel Terpadu Gelar Pasukan Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera – Selatan (Sumsel), Sabtu (30/5/2020) bertempat di Pelataran Parkir Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Dalam apel gelar pasukan tersebut bertindak selaku Komandan Apel adalah Dandim 0418/Palembang, Kolonel Arm Widodo Noercahyo.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., dalam amanatnya menyampaikan bahwa, Operasi Pendisiplinan ini secara bersamaan dilaksanakan di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota, termasuk didalamnya Provinsi Sumsel, khusunya Kota Palembang dan Prabumulih. “Dengan pelaksanaan operasi ini, diharapkan akan tumbuh dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga kurva penyebaran Covid-19 di Sumsel akan menurun”, ujar Pangdam.

Disampaikan Pangdam bahwa, apel gelar pasukan yang kita laksanakan ini dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan pihak-pihak yang terlibat baik perorangan maupun satuan serta alat perlengkapan yang digunakan.

Melalui apel terpadu gelar pasukan ini, Pangdam berharap akan terwujud keberhasilan pelaksanaan tugas operasi pendisiplinan protokol kesehatan di Provinsi Sumsel.

“Saya minta kepada seluruh anggota yang terlibat dalam tugas operasi ini untuk tidak ragu-ragu, karena keterlibatan saudara dalam tugas ini telah sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana”, jelas Pangdam.

“Laksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab serta mengutamakan etika dengan pendekatan persuasif, sopan santun, ramah dan bersikap humanis, sehingga tujuan operasi untuk pendisiplinan protokol kesehatan di Prov. Sumsel dapat diterima dan dipatuhi oleh masyarakat”, tegas Mayjen TNI Irwan.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Eko Indra Heri S, M.M., dalam amanatnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota TNI, Polri, Pol PP dan semua pihak yang telah mengamankan kegiatan masyarakat selama bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri ditengah-tengah Pandemi Covid-19.

Kapolda menjelaskan bahwa, saat ini pemerintah melalui Panglima TNI dan Kapolri memberikan amanah kepada kita semua, untuk melaksanakan tugas dalam rangka mengawal New Normal dan tatanan kehidupan baru.

“Tugas ini merupakan tugas yang mulia dan sebuah kehormatan, oleh karenanya kita jaga kehormatan itu dengan memberikan yang terbaik, memberikan sosialisasi, mengajak masyarakat untuk menjadi disiplin yang dilaksanakan dengan mengedepankan tindakan persuasif dan humanis namun tetap tegas”, kata Kapolda.

Diakhir amanatnya Kapolda menghimbau agar selalu tetap menjaga kesehatan dan kebersamaan.

Usai apel gelar pasukan, acara dilanjutkan dengan kegiatan Simulasi Protokol Kesehatan yang dipandu oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, S.IK. Selanjutnya paparan tentang kegiatan di lapangan terkait pelaksanaan Pendisiplinan Protokol Kesehatan nantinya.

Turut hadir dalam apel tersebut, Wakil Gubernur Sumsel Ir. H. Mawardi Yahya, Ketua DPRD Sumsel diwakili Jubir DPRD Prov. Sumsel DR. Ir. H. Syamsul Bahri, M.M., Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumsel R. Syamsul Arifin, S.H., M.H., LO BNPB Covid-19 Pusat dan Unsur Forkopimda lainnya serta pejabat TNI – Polri.

Pada bagian lain, Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, kegiatan penegakkan disiplin mematuhi protokol kesehatan penanganan wabah Covid-19 ini adalah merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden RI pada 26 Mei 2020 lalu, usai meninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, bahwa TNI dan Polri bersama komponen masyarakat lainnya secara masif turun di lapangan dan berada di titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat.

Kegiatan Apel Terpadu Gelar Pasukan Operasi Pendisiplinan Kesehatan bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas pendisiplinan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

“Diharapkan kegiatan Pendisiplinan Protokol Kesehatan dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan dapat berjalan normal kembali”, kata Kolonel Djohan.