Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mendengar kisah sedih Nenek Sutinah (70) yang hidup sebatang kara. Hal itu membuatnya terketuk hati untuk memberikan bantuan dan mendatangi rumahnya.

Di jalan Iswahyudi RT 17 RW 04 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang sekitar siang hari Sabtu (2/5) Wawako mengetuk pintu rumah Nenek Sutinah. Hal itu membuat nenek berumur 70 tahun itu terkejut dan bersuka cita.

Kedatangan Fitri tidak lain untuk memberikan perhatian dan kepedulian berupa bantuan paket sembako dan sejumlah uang. Lantaran ia mendengar cerita Nenek Sutinah yang sudah lama menjalani hari tuanya sebatangkara. Sang nenek tinggal di rumah berukuran 5×7 meter dengan dinding papan lapuk, seng rumah yang sudah bocor dan lantai semen bercampur tanah.

“Kalau beritanya yang sampai ke saya, nenek Sutinah ini buka puasa hanya dengan air putih saja, ini yang mengerakan hati saya untuk datang ke sini,” kata Fitri.

Adanya temuan nenek Sutinah yang hidup sebatang kara ini, membuat Fitri tersentak dalam kondisi Covid 19 dan dibulan suci ramadhan ada warganya yang merasakan nasib seperti itu.

“Saya minta seluruh camat dan lurah, mendata warganya dengan benar jangan ada lagi warga yang sama nasibnya seperti nenek Sutinah ini,” tegasnya.

Meski kehadiran Fitri tidak lama, namun sangat membekas di hati Sutinah yang hidup sebatang kara sejak ditinggal suaminya 6 tahun yang lalu.

Kini Sutina harus banting tulang sendirian, mengais rezeki dari upahan memotong rumput, hingga mengambil cucian ia lakoni.