TPU Kandang Kawat Palembang selalu dipadati ribuan peziarah di hari pertama dan kedua Idul Fitri setiap tahunnya (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berjalan selama tiga hari di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Sosialisasi pun terus digencarkan, terkait peraturan dan sanksi yang berlaku.

Namun, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah mendatang, ada tradisi ziarah kubur yang biasanya dipadati ribuan warga Palembang.

Membludaknya peziarah kubur tersebut terjadi selama dua hari pertama saat Idul Fitri setiap tahunnya.

Para peziarah yang berjalan berdesak-desakan dan jarak yang sangat dekat, membuat PSBB seakan sulit dilakukan saat tradisi ziarah kubur ini.

Dandim 0418/Palembang Kolonel Arm Widodo Noercahyo mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang selalu mengimbau untuk menerapkan social distancing dan mematuhi Perwali PSBB Palembang.

“Untuk ziarah boleh saja, cuma dibatasi. Kalau berangkat dari rumah naik kendaraan sepedaa motor atau kendaraan roda empat, harus 50 persen jumlah penumpang dari kapasitasnya,” katanya, Jumat (22/5/2020).

Setelah berada di komplek pemakaman, para warga juga tidak boleh bergerombol dan menerapkan social distancing.

TPU Kandang Kawat Palembang di Jalan Bambang Utoyo Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Jika peraturan Perwali PSBB Palembang tidak diterapkan saat melaksanakan tradisi ziarah saat lebaran, tim gabungan akan menindaktegas.

“Kita lihat dulu, berangkatnya naik apa. Warga juga harus membaca dulu Perwali PSBB Palembang, agar mengetahui aturan-aturan yang harus diikuti,” ucapnya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengharapkan, jika para warga harus menerapkan protokol kesehatan, untuk menghindari penularan Corona Covid-19.

Terlebih di tempat keramaian, yang bisa berpotensi besar terpapar Corona Covid-19.

“Saran saya, mohon dipatuhi dan diindahkan Perwali PSBB Palembang,” ungkapnya.