Sepinya aktivitas di Sentra Kampung Pempek 26 Ilir Palembang Sumsel (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Usaha kuliner pempek Palembang menjadi salah satu bisnis yang menggeliat jelang Idul Fitri setiap tahunnya.

Kudapan berbahan ikan giling ini juga, seakan menjadi menu santapan wajib di tiap-tiap rumah di saat lebaran.

Namun sayang, usaha kuliner ini mengalami kelesuan, di tengah pandemi Corona Covid-19.

Hal ini diungkapkan Yuni (35), pedagang pempek di Sentra Kampung Pempek 26 Ilir Palembang.

Dia kesulitan menjual barang dagangannya di masa pandemi Corona Covid-19. Padahal dia sudah menjual dagangannya dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp800 per buah.

“Beberapa hari jelang lebaran biasanya habis 20kilogram pempek yang saya jual. Tapi sekarang buat 5 kilogram pempek saja, larisnya susah,” ucapnya, Jumat (22/5/2020).

Kelesuan bisnis pempek Palembang ini, sudah dirasakannya di awal bulan Ramadan. Karena biasanya, penjualannya sedikit demi sedikit naik saat memasuki Ramadan.

Warung Pempek Cek Yaa di Sentra Kampung Pempek 24 Ilir Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Azizah (60), pemilik warung pempek Cek Yaa di Sentra Pempek 24 Ilir Palembang ini, mengeluhkan sedikitnya pengunjung yang berdatangan ke tempatnya.

Meski sudah satu bulan warungnya buka, pendapatannya menurun drastis di tengah pandemi Corona Covid-19.

“Sepi sekali penjualan, padahal saya harus menghidupi tiga orang cucu. Biasanya jelang Lebaran, penjualan bisa sampai Rp1 jutaan setiap harinya. Produksi pempek juga bisa banyak,” katanya.