Wawako saat mengunjungi lokasi kebakaran di kelurahan 3/4 Ulu

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Si jago merah melahap satu rumah warga di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Abadi Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan SU I yang nyaris menelan korban jiwa Kamis,(28/5).

Berdasarkan informasi di himpun di lapangan rumah itu milik Sutrisno (48). Namun saat kejadian tidak berada di rumah hanya mertua Achmad Bahri nyaris menjadi korban.

Beruntung pria berumur 70 tahun itu berhasil lolos dari maut setelah nekat menerobos asap meskipun kepala terluka karena terbentur tembok.

Peristiwa tragis itu langsung di respon Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda ke lokasi kebakaran. Hal itu tentunya sangat membantu meringankan beban korban dengan mendapatkan uang santunan dan sembako.

“Saya mendengar kabar ini langsung cepat kesini. Setidaknya saya bisa membantu sedikit bisa meringankan beban. Iya benar ada yang terluka sudah kita rawat dibantu oleh PMI,”ucap Wawako saat meninjau lokasi kebakaran Kamis,(28/5)

Dilanjutkan orang nomor dua di Kota Palembang ini, di tengah pandemi COVID-19 tentunya masyarakat sangat kesulitan mencari nafkah. Makanya saat dia mendengar musibah kebakaran hati langsung terpanggil untuk berkunjung.

“Saya sangat sedih sekali melihat nya tadi. Kenapa? Soalnya ini lagi COVID-19 dan rumah terbakar hampir ada yang celaka juga. Saya juga menitip pesan meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk siap membantu korban apabila ada yang diperlukan,”ucapnya

Berdasarkan keterangan Ketua RT 41 Irwanudin menjelaskan kronologi kejadian sekitar pukul 12.10 WIB. Padahal saat itu cuaca mendung tiba tiba ada asap dari rumah korban. Sempat mengamuk karena kesigapan warga si jago merah hanya sempat melahap bagian atas lantai dua rumah semi permanen itu.

“Warga langsung berdatangan mobil pemadam kebakaran ada lima. Sekitar kurang dari satu jam sudah padam. Kalau tidak bisa menyambar ke tetangga lain,”kata Pak RT

Dilanjutkannya tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Disinggung asal api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik.

“Kalau tebakan dugaan dari listrik. Karena tidak ada orang di rumah hanya mertuanya saja. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,”pungkasnya