Samsul (70) dan Iyus (69), pasangan suami istri (pasutri) ditanyai Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang tentang alasannya menjadi pengemis dadakan di kawasan Jakabaring Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Banyaknya para pengemis dadakan di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), memang terus mewarnai setiap harinya di bulan Ramadan.

Namun di tahun ini dirasakan sangat berbeda. Karena jumlah pengemis dadakan tersebut bertambah banyak. Terutama karena dampak wabah Corona Covid-19.

Di tambah angka pengangguran yang tinggi dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang banyak, membuat tingkat perekonomian menurun drastis.

Kasat Pol-PP Palembang Guruh Agung Putra Jaya membenarkan, jika jumlah pengemis dadakan di bulan Ramadan 2020 ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Memang lebih banyak, karena dampak Corona Covid-19. Didominasi oleh ibu-ibu, biasanya mereka beredar di pinggir jalan di jalan besar Kota Palembang,” katanya, Selasa (12/5/2020).

Keberadaan para pengemis dadakan itu, menurutnya sangat merusak nilai estetika. Terlebih dengan maraknya pengemis dadakan, membuat citra Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang seperti tidak memperhatikan warganya.

Padahal, Pemkot Palembang terus menggalakkan berbagai bantuan. Mulai dari sumbangan paket sembako hingga uang tunai.

Tim Satpol-PP Palembang menemukan beberapa paket sembako di atas jok para tukang becak, yang diduga sengaja memarkirkan becaknya di pinggir jalan untuk mendapatkan bantuan sembako (Inge / Detak-Palembang.com)

“Jadi kami (merazia) bersama Wawako Palembang untuk melakukan penertiban (pengemis dadakan),” ujarnya.

Para pengemis dadakan yang dirazia, akan diedukasi serta dipulangkan kembali ke rumah masing-masing.

Namun jika masih saja ada pengemis dadakan yang membandel, mereka akan membawanya ke gedung karantina di Gedung Guru PGRI Palembang.

“Kalau masih membandel, akan kita bawa ke kantor Satpol-PP Palembang, lalu kita masukkan ke gedung karantina di Gedung Guru PGRI Palembang,” katanya.

Gedung Guru PGRI Palembang ini juga, menjadi lokasi karantina para warga Palembang yang diamankan karena tidak menggunakan masker.

Sebelumnya, lokasi karantina para warga yang enggan memakai masker, berada di Asrama Haji Palembang. Namun karena mewahnya lokasi karantina tersebut, akhirnya dipindahkan di Gedung Guru PGRI Palembang.