Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda saat melakukan sidak pengemis yang tinggal di halte tranmusi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masa sulit pandemi COVID-19 di Kota Palembang ternyata banyak dimanfaatkan sebagai momen mencari ke untungkan.

Lantaran setiap malam banyak sekali pengemis duduk di halte tranmusi demi mendapatkan belas kasih dari berbagai macam kalangan pengendara. Padahal jauh sebelum pandemi di kala malam estetika Kota Palembang selalu terpancarkan beragam keindahan pernaik pernik lampu serta keindahan setiap sudutnya.

Hal itupun dilaporkan masyarakat kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda. Mendengar itu Finda mengajak tim serta Satuan Polisi Pamong Praja menyusuri Kota Palembang pada malam hari Minggu,(17/5)

Sekitar pukul 21.47 WIB Finda nama sapaan Wawako bergerak melakukan sweeping mendatangi semua halte yang berada di Kota Palembang.

“Waduh Bu ini bukan rumah kenapa sampai ada jemuran,”kata Finda kepada dua pasang pengemis kedapatan tinggal di halte kawasan bukit dekat rumah makan sambal lalap

Dua pengemis jadikan halte transmusi seperti rumah

Dia juga langsung memberikan edukasi kepada pengemis tersebut. Finda menyebutkan tempat publik seperti halte dilarang untuk ditinggali. Dia juga menyebut di tengah pandemi COVID-19 juga berbahaya seseorang keluar rumah apalagi tinggal dan tidur di halte.

“Kami sekarang memberikan mereka edukasi. Tetapi besok akan kita tindak secara tegas. Para pengemis yang didapatkan kita amankan di kantor Pol PP untuk di data serta menyuruh mereka pulang ke rumah. Apa lagi juga berbahaya ini lagi pandemi COVID-19,”ucapnya saat dikonfirmasi ulang Senin,(18/5)

Diakuinya semua pengemis yang di data semuanya memiliki rumah untuk tinggal. Mereka sengaja tinggal agar mendapatkan belas kasih pengendara yang lewat. Tentunya seperti mendapat sembako dan uang

“Mereka ada rumah alasanya di tanya karena rumahnya jauh jadi takut untuk pulang,”ucapnya lagi

Finda memberikan himbauan kepada semua warga untuk tetap berada di rumah. Terlebih lagi Kota Palembang akan menyandang status PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar). Tentunya berada di luar rumah membuat kondisi Palembang untuk menekan penyebaran COVID-19 seakan-akan sia-sia saja.

“Kita sebentar lagi PSBB seharusnya warga ikuti arahan pemerintah. Tentunya semua untuk kepentingan kita biar pandemi selesai dan kita semua bisa kembali hidup normal,”pungkasnya

Sementara itu Kasat Pol-PP Palembang Guruh Agung Putra Jaya menambah pihaknya akan melakukan razia lanjut kedepan. Tentunya semua itu sesuai arahan Wawako. “Kemarin kita hanya berikan edukasi dan Ibu Wawako juga memberikan mereka makanan. Tapi nanti beda kita sidak apabila kedapatan langsung kami tangkap,”tegasnya