Para pengemis dadakan diciduk anggota Satpol-PP Palembang di Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang Sumsel (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Di sepanjang Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), banyak para pengemis dadakan yang memadati beberapa ruas pinggir jalan.

Fenomena ini ternyata kerap kali terjadi di bulan Ramadan, terlebih di tengah pandemi Corona Covid-19 yang membuat perekonomian warga Palembang menurun drastis.

Para pengemis dadakan ini ternyata diketahui oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Karena kondisi ini, berbanding terbalik dengan aksi Pemkot Palembang yang gencar membagikan bantuan sembako ke warga miskin.

Razia pun untuk menertibkan para pengemis dadakan tersebut. Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda bersama tim Satpol-PP Palembang, langsung turun ke lokasi pada Selasa (12/5/2020) siang.

Tak ayal, belasan pengemis dadakan tersebut diciduk aparat Satpol-PP Palembang, saat berada di pinggir jalan.

Ada banyak alasan yang diutarakannya, saat melakoni menjadi pengemis dadakan di pinggir jalan ini.

Dina Mulyani (34), warga Jalan Budi Mulya 2 Jakabaring Palembang mengatakan, dia sudah tiga hari melakoni sebagai pengemis dadakan bersama beberapa warga lainnya.

Alasannya, karena dia ingin mendapatkan uang di tengah kondisinya yang sudah dipecat dari pekerjaannya sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

“Saya kena pecat karena Corona ini, jadi tidak ada penghasilan apa pun. Suami saya penganguran dan saya punya dua orang anak. Jadi terpaksa ini yang saya lakukan untuk dapat uang lebih,” katanya.

Dalam sehari, dia bisa mengantongi sekitar Rp20.000 per hari. Uang tersebut digunakannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Para pengemis dadakan yang dirazia digiring masuk ke mobil Satpol-PP Palembang untuk dibina (Inge / Detak-Palembang.com)

Alasan yang sama juga dituturkan Jujuk (39), warga Jakabaring Palembang yang memilih mengisi bulan Ramadan sebagai pengemis dadakan.

Dia juga dipecat dari kerjaannya karena wabah Corona ini. Jadi untuk mendapatkan penghasilan sampingan, dia membawa anaknya berusia 2 tahun menjadi pengemis dadakan.

“Memang bawa anak sambil menanti uluran tangan, dari para warga yang melintas di jalan ini,” ucapnya.