Detak-Palembang.com PALEMBANG – Di suasana sulit pandemi COVID-19 membuka hati Ummi Qodriyah (32)
karyawan BUMN ingin membantu masyarakat dengan memberikan paket sembako.

Mirisnya padahal niat untuk beramal
tetapi justru ia menjadi korban penipuan sembako hingga uang Rp 18 juta miliknya melayang.

Atas kejadian itu korban bersama adik iparnya Faramitha Furnamayati (27) serta pengacaranya Randi Aritama melaporkan kejadian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, Selasa (5/5).

Sedangkan terlapor bernama Budiana alias Nana warga Jalan Gersik, Kecamatan Ilir Timur (IT) III dan Marwan warga Komplek Multiwahana Blok M7 No 4, Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang Palembang.

Menurutnya kejadian itu berawal saat korban mencari paket sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasaran. “Waktu itu saya mencari paket sembako untuk kegiatan sosial saya dalam kondisi CORVID-19 ini,” ujarnya.

Kemudian adik ipar korban sekaligus saksi menawarkan mengambil paket sembako dengan pelaku dikarenakan saksi sering mengambil paket sembako di pelaku dan dalam pengirimannya lancar-lancar saja tidak adanya masalah.

“Saya percaya saja dengan pelaku lantaran adik ipar saya sudah sering mengambil paket sembako dengan pelaku. Setelah bertemu pelaku dia menawarkan paket sembako yang lebih jauh dari harga pasaran,” katanya.

Sehingga pada 28 April sekitar pukul 13.00 WIB, warga Jalan Manggis, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT III Palembang mentransferkan uang tersebut melalui M-banking ke nomor rekening bank BCA dengan nomor 8530548873 atas nama Marwan.

“Setelah saya transfer dia menjanjikan akan mengirimkan paket sembako saya itu pada 2 Mei 2020 lalu, namun hingga lewat tanggal yang ditentukan paket sembako tidak kunjung dikirim,” ungkapnya.

Mendapati paket sembakonya belum dikirim, korban pun mencoba menelpon pelaku tapi nomor pelaku tidak aktif. “Saya sudah cari dia ke kontrakannya dan juga menelpon tapi tidak ada respon alias tidak aktif,” bebernya.

Atas kejadian itulah korban, saksi dan pengacaranya mendatangi SPKT Polrestabes Palembang. “Saya harap pelakunya dapat tertangkap dan bisa bertanggung jawab atas ulahnya tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri melalui Kepala Unit I SPKT, Ipda Ahmad Tamimi membenarkan adanya laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang. “Laporan sudah kita terima dan laporan polisi korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang,”pungkasnya