Detak-Palembang.com PALEMBANG – Mencari pekerjaan memang susah tapi tentunya harus berhati-hatilah karena modus menawarkan kerjaan dengan meminta uang marak terjadi.

Lantaran setidaknya ada puluhan warga Kota Palembang telah tertipu uang puluhan juta rupiah.

Hari Senin (4/5) ada dua orang korban mengaku telah ditipu mendatangi Polrestabes Palembang. Mereka Anton Dwi Admica (27) warga Jalan Gotong Roroyong Dusun II, Ogan Ilir mengatakan telah di tipu ditawarkan bisa berkerja di salah satu rumah sakit di Palembang namun dengan sarat menyetorkan uang.

Dilanjutkannya pada saat kejadian hari Rabu 12 Desember 2018 dia dikenalkan pelaku dari teman kakaknya.

Ia lalu disuruh masuk ke grup chat WhatsApp berisikan puluhan orang lain. Dipastikan adalah korban yang sama dengannya..

“Saat itu pelaku mengaku kalau ia bekerja di rumah sakit kemudian ia langsung mengajak saya bertemu di Minimarket kawasan RS Bunda Jalan Demang Lebar Daun. Lalu meminta uang kepada saya sekitar Rp. 5,4 juta. Kemudian yang membuat saya percaya pada saat itu kalau pelaku mengatakan sekarang RS Bunda Jakabaring masih dalam pembuatan dan sekitar, tanggal 18 Maret 2020 selesai. Lalu saya akan dia panggil dan langsung bekerja,”katanya menceritakan saat membuat laporan polisi di Polrestabes Palembang Senin,(4/5)

Tapi dia baru melaporkan karena menunggu sampai batas yang di janjikan. Namun saat menunggu sampai bulan tiga tidak ada kepastian dari pelaku.

“Saya hanya berempat yang melaporkan kejadian ini, karena sampai dengan sekarang pelaku tidak ada kepastian dan kabar saat kami hubungi nomornya sudah tidak aktif lagi, kami mau cari kemana juga bingung,” katanya.

Diketahui pelaku ialah orang yang sama dan berinisial NM warga Jalan Mandi Api, Lorong Saung Sari Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar kota Palembang.

Berdasarkan informasi pelaku telah berhasil menipu puluhan orang mulai dari Rp 5 juta hingga tertinggi meminta uang Rp 25 juta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang membenarkan adanya laporan penipuan yang dialami korban.

“Laporan sudah diterima anggota dan laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang. Tentunya kita harus melakukan penyelidikan lebih dalam,”ucapnya