Wali Kota Palembang Harnojoyo

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wali Kota Palembang Harnojoyo menyatakan sangat senang melihat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan lancar. Bahkan dia menyatakan warganya sudah mulai sadar terkhususnya pentingnya menggunakan masker.

Hal itu dikatakannya saat melakukan pemantauan check point PSBB di Jalan HM Ryacudu 8 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I. Ia memeriksa penguna kendaraan mengenakan alat pelindung diri (APD).

“Tadi ada pengendara mobil pribadi yang masih duduk bersebelahan, tetapi mereka memakai masker, sudah kita tegur, alhamdulilah penguna kendaraan lain juga baik roda dua dan empat sudah sadar mengenakan masker saat berkendara,”ucapnya Selasa,(26/5)

Pelaksanaan PSBB yang telah berjalan sekitar enam hari mulai dilakukan pada tanggal 20 Mei. Dia mengakui kesadaran masyarakat disebutnya telah meningkat bahkan sejak dimulainya sosialisasi.
“Alhamdulilah kesadaran masyarakat kita meningkat,” tegasnya lagi.

Namun saat ditanya penerapan PSBB yang diberlakukan sekarang sangat maksimal. Tetapi berbanding terbalik dengan tidak adanya penurunan penyebaran penularan COVID-19. Bahkan baru baru ini ada satu pedagang di kota Palembang meninggal dunia akibat pandemi ini.

“Seperti daerah lain yang telah menerpakan PSBB ini untuk menekan penyebaran Covid 19, lantas kalau masih terjadi penyebaran kedepanya bias saja kita evaluasi untuk lebih baik lagi,”jawabnya

Terkait sanksi Harnojoyo mengatakan sudah sangat baik dan memberi efek jera kepada masyarakat. Bahkan ada sanksi administratif yang harus dikeluarkan masyarakat apabila masih melanggarnya ketentuan PSBB.

“Sangsi sudah kita terapkan, mereka yang belum mengindahkan protoko kesehatan sudah kita beri sangsi seperti membersihkan taman,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang GA. Purta Jaya mengatakan, sejak dua hari sanksi penerapan PSBB diberlakukan, pihaknya telah melakukan sanksi kepada 30 pelanggar dengan cara memberikan hukuman untuk membersihkan taman kota.

“Hari pertama penerapan sangsi, H+2 lebaran ada 30 pelanggar yang telah diberi sangsi membersihkan taman Kambang Iwak Palembang,” tegasnya.

Pelanggaran yang didapat secara mobile, mereka tidak mengenakan masker seperti di mall, pasar, tempat umum hingga ditempat usaha. “Kalau hari ini kita belum mendapat laporan jumlah pelangaran,” katanya.

Penguna kendaraan roda dua yang masih berboncengan saat dilakukan Chekckpoint, katanya juga akan diberlakukan sama penerapan sangsi, setelah menjalani siding yustisi.
“Ada 100 rompi yang bertuliskan pelanggar PSBB, pelanggaran akan dikenakan rompi ini, sambil membersihkan taman kota,”pungkasnya