Wawako saat memantau lokasi check point PSBB karena sanksi diberlakukan hari ini

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kota Palembang telah memulai memberlakukan sanksi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai hari ini. Ada 13 lokasi check point yang telah disebar di setiap sudut Kota.

“Hari ini sanksi telah kita terapkan. Artinya proses sosialisasi telah berakhir masyarakat harus mengerti apabila sanksi telah diberlakukan,”kata Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda di check point wilayah Demang Lebar Daun Senin,(25/5)

Menurut orang nomor dua di Palembang ini, penerapan sanksi sesuai dengan peraturan wali kota (perwali) pendukung penerapan PSBB. Disebutnya menerapkan sanksi teguran, sosial hingga administrasi yakni denda uang.

“Sudah ada sanksinya semua. Sekali lagi apabila ada yang melanggarnya kita akan tegas memberlakukan kedepan,”tuturnya.

Namun secara keseluruhan Finda nama sapaan Wawako cukup senang melihat respon masyarakat yang telah banyak memahami aturan PSBB khususnya masker. Secara angka persentase disebut Finda sudah mencapai 90 persen.

“Sudah pada pakai masker semua masyarakat Palembang cukup paham. Bahkan berkendara juga khusus mobil banyak yang sudah paham. Hanya saja masih memang harus tetap ditegaskan,”pungkasnya

Terkait rompi yang dipergunakan bagi pelanggar PSBB terkait dipersiapkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang. Saat di konfirmasi Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya mengatakan rompi digunakan untuk dipakai ketika sanksi sosial diterapkan.

“Jadi begini mereka (pelanggar PSBB) yang terkena sanksi sosial kita suruh membersihkan jalan. Ketika mereka melakukan itu juga menggunakan ropi ya sekitar 3 jam lah,”ucapnya

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Rizal menyatakan untuk PSBB terkait angkutan selama PSBB mereka tentunya menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 (Permenhub 18).

“Sesuai Permenhub 18 untuk berkendara bangku di samping sopir harus kosong dan di belakang di isi dua orang dan berjarak. Kalau motor tidak boleh berbocengan kecuali memiliki KTP sama alias sekeluarga. Kalau tidak tentunya dilanggar kalau melanggar dikenakan perwali,”jelasnya

Dilanjutkannya pihaknya juga telah meletakkan 13 lokasi check point. Lokasi tersebut disebutkan juga berada di pusat kota tidak hanya wilayah perbatasan saja. “Check poin awal sebelum PSBB hanya berada di perbatasan kota. Sekarang Palembang PSBB kita tambah hingga di dalam pusat Kota,”pungkasnya