Detak-Palembang.com JAKARTA – Sehubungan dengan kabar yang beredar mengenai kebocoran data di Bukalapak, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan bahwa berita tersebut merupakan pengungkapan kembali dari kejadian tahun 2019.

“Setelah kejadian tersebut, Bukalapak dan BSSN sudah bersama-sama mengevaluasi dan memperbaiki sistem keamanan di Bukalapak. Kami juga sudah meninjau fasilitas riset Bukalapak untuk mengetahui sejauh mana Bukalapak berkomitmen dalam implementasi keamanan siber,” ujar Kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian.

Dikarenakan data-security ini adalah sebuah risiko yang berkelanjutan, kedepannya, BSSN mendorong Bukalapak untuk terus melakukan tinjauan terhadap tata kelola keamanan informasi, implementasi standar keamanan dan regulasi perlindungan data pribadi, serta edukasi secara berkelanjutan kepada penggunanya.

Pakar Keamanan Siber Alfons Tanuwijaya juga mendukung pernyataan Chief Executive Officer Bukalapak Rachmat Kaimuddin sebelumnya bahwa resiko terhadap keamanan siber adalah risiko yang dimiliki oleh semua pihak. Oleh karena itu, pengguna juga diharapkan dapat melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Jika sampai kredensial pengguna bocor, logikanya sampai saat ini kemungkinan karena pengguna berhasil dikelabui [oleh oknum],” ujarnya saat acara sharing session live streaming Liputan6 hari ini.