Saluran irigasi di Sungai Lematang Pagar Alam Sumsel (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pasca banjir yang melanda Kabupaten OKU Selatan dan OKU Timur, membuat saluran irigasi tertutup kayu dan sampah yang menghambat laju air.

Meskipun kondisi irigasi saat ini sudah kembali normal, namun hal ini menjadi perhatian Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Palembang.

Menurut Kepala BBWSS VIII Palembang, Birendrajana, banjir tidak hanya menutupi saluran irigasi, namun juga menghambat pekerjaan pembangunan Bendungan Tiga Diaji.

“Karena debit air sungai tinggi, akhirnya pekerjaan sempat kami hentikan sementara. Setelah surut, baru pekerjaan dilaksanakan lagi,” kata Birendrajana saat dikonfirmasi, kemarin (19/5/2020).

Biren mengatakan kondisi saluran irigasi saat ini sudah kembali normal seiring dengan surutnya air sungai dan rendahnya intensitas hujan.

Ia mengatakan pengendalian arus sungai melalui saluran irigasi dan bendungan masih terus dilakukan.

Salah satu caranya dengan melakukan pembersihan di saluran irigasi baik primer, sekunder maupun tersier.

“Saluran terus dipelihara agar aliran air menjadi lancar,” katanya.

Tahun ini BBWSS VIII Palembang telah menganggarkan dana Rp50 miliar, untuk melakukan perawatan rutin di 7 saluran irigasi yang ada di Sumsel.

Seperti irigasi Komering, Kelingi Tugu Mulyo, Lakitan, Lintang Kanan, Lintang Kiri dan Air Keruh.

“Dananya disediakan setiap tahun untuk perawatan dan pemeliharaan rutin,” ucapnya.

Upaya pencegahan banjir ke depannya akan dilakukan dengan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Saat ini kondisi DAS banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, maupun aktifitas masyarakat lainnya.

“Harusnya fungsi DAS dikembalikan seperti semula. Ini tidak bisa kami (BBWSS) sendiri. Ada kerjasama dari stakeholder terkait. Termasuk pemerintah daerah untuk melindungi DAS dari berbagai aktifitas yang mengganggu aliran sungai,” katanya.

Pembangunan Bendungan Tiga Diaji juga, lanjutnya, salah satu tujuannya untuk mengendalikan banjir.

Untuk penyediaan air baku bagi lahan pertanian serta penyediaan energi listrik.

“Pengerjaan bendungan saat ini sedang kami kebut. Harapannya setelah jadi, bisa meminimalisir dampak banjir,” ujarnya.