Detak-Palembang, LUBUKLINGGAU – Untuk memastikan seberapa banyak penularan Corona Covid-19 di masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapid test massal ke pedagang di dua pasar tradisional.

Rapid test massal diikuti oleh ratusan pedagang di Pasar Tradisional Satelit dan Pasar Inpres Lubuklinggau Sumsel.

Diungkapkan Wali Kota (Wako) Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, rapid test digelar karena adanya peningkatan signifikan kasus pasien positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau.

Kedua pasar itu juga, berdekatan dengan dua rumah sakit yang menjadi klaster penularan terbesar.

“Kita pilih pasar karena wilayah yang banyak terjadi kerumunan, berbagai kalangan, apalagi lokasinya dekat dengan rumah sakit yang banyak pasien positif dari klaster kalangan medis,”ucapnya, Sabtu (16/5/2020)

Pengambilan sampel rapid test ini dilakukan secara acak kepada pedagang, pembeli, tukang parkir dan tukang ojek.

Dari 213 orang pedagang yang diambil sampelnya, didapati 8 orang pedagang dinyatakan reaktif Corona Covid-19.

“Enam orang pedagang dari Pasar Inpres dan dua orang dari Pasar Tradisional Satelit Lubuklinggau. Mereka akan diambil swab dan menjalani isolasi sembari menunggu hasil laboratorium,” ucapnya.

Jika nanti hasil swab dinyatakan negatif, mereka akan mengimbau delapan orang pedagang tersebut untuk rutin mengkonsumsi vitamin, serta menjalani pola hidup sehat.

“Namun jika hasil swab yang keluar adalah positif Covid-19, lanjutnya, para pedagang tersebut akan diisolasi di Rumah Sehat Covid-19 Silampari Lubuklinggau,” ucapnya.

Dari data Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, ada 45 orang pasien positif Covid-19 berasal dari Kota Lubuklinggau Sumsel. Para pasien berasal dari klaster tenaga medis. Lalu ada 186 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan enam orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).