Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang memberikan bantuan sembako ke warganya yang miskin secara door to door (Inge / Detak-Palembang.com)

PALEMBANG – Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda kembali melakukan aksi sosial pembagian sembako secara door to door. Terlebih ke para warga miskin yang terdampak Corona Covid-19.

Wawako Palembang awalnya melakukan inspeksi dadakan (sidak) masker ke Pasar Tradisional Kilometer 5 Palembang, pada Selasa (12/5/2020) pagi.

Dia pun kembali mendapati banyak para pengunjung dan pedagang yang masih mengabaikan kesehatannya, dengan tidak menggunakan masker. Fitrianti Agustinda langsung mengingatkan untuk rutin menggunakan masker di saat beraktivitas di luar rumah.

Perjalanan Wawako Palembang lalu dilanjutkan ke Panti Asuhan Siti Aisyah, di Jalan Kolonel H Burlian Sukabangun 1 Palembang. Fitrianti Agustinda langsung memberikan paket sembako ke rumah panti asuhan tersebut.

Dia mengetahui informasi jika panti asuhan tersebut, belum mendapatkan bantuan apa pun selama masa Corona Covid-19.

“Saya tahu informasi dari media sosial (medsos), bahwa ada salah satu panti asuhan yang membutuhkan bantuan. Makanya hari ini kita berikan sumbangan,” katanya.

Wawako Palembang Fitrianti Agustinda memberikan bantuan dana dan sembako ke Panti Asuhan Siti Aisyah Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Tak lama mengunjungi panti asuhan itu, Wawako Palembang kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah warga miskin di  Jalan Wahid Hasyim Lorong Mutiara 2 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang.

Fitrianti Agustinda lalu mengunjungi rumah Tasnim (67). Nenek enam cicit ini, hanya bisa pasrah dengan kondisinya yang mengalami patah tangan. Padahal dia sehari-hari mendapatkan uang dari jasa pijat di sekitaran tempat tinggalnya.

Tasnim juga merupakan salah satu warga miskin yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kita bagikan sembako, ada beras 10 liter, minyak goreng, gula dan lainnya. Semoga sembako ini bisa membantu untuk kebututuhan sehari-hari,” katanya.

Tak jauh dari rumah Tasnim, Wawako Palembang juga mendatangi rumah Husni (70), yang tinggal bersama istrinya Sania (69) yang sedang sakit-sakitan.

Husni sudah tiga tahun lalu sudah berhenti mengayuh becak, sehingga kehidupannya hanya berpangku tangan dengan anaknya saja.

Mereka pun sudah mendaftar ke JKN-BPJS Kesehatan kelas 3, karena untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) hingga kini tidak bisa diperoleh.

“Jika sudah terdaftar BPJS Kesehatan, harap dihentikan dulu iurannya. Nanti baru daftarkan diri ke program KIS, pihak lurah dan camat akan membantu,” ucapnya.

Wawako Palembang tak lupa memberikan sembako ke keluarga Husni, dan belasan warga miskin di sekitar yang belum mendapatkan bantuan.