Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kota Palembang ditetapkan masuk zona merah COVID-19 setelah 15 kasus transmisi lokal baru. Hingga total keseluruhan di 58 pasien positif dan total jumlah Sumsel 89 pasien.

Alhasil Walikota Palembang Harnojoyo menyatakan hari ini Senin,(20/4) telah mengajukan Palembang untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi corona atau covid-19. Hal itu diajukan ke pemerintah pusat yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Hari ini kita telah membuat surat pengajuan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Semoga cepat di proses,”ucap Harnojoyo saat menerima sembako untuk Posko COVID-19 di rumah dinasnya Senin,(20/4)

Harnojoyo menjelang PSPB sebagai bentuk untuk menertibkan warga Palembang agar lebih menindak lanjuti COVID-19 dengan serius. Katanya aktifitas masyarakat di Kota Palembang masih rentan tersebarnya virus lebih banyak lagi.

“PSPB pada intinya supaya masyarakat kita lebih tertib. Karena COVID-19 tertular dari interaksi yang sekarang masih banyak tidak disadari warga,”ujarnya lagi

Kapan Palembang akan menerapkan PSPB? Harnojoyo menuturkan tergantung dari keputusan Kemenkes. Apabila segera di setujui Kota Palembang resmi PSPB.

“Setelah surat diajukan sifatnya sekarang kita akan menunggu. Sebab layak atau tidak Palembang PSPB tergantung pemerintah pusat yaitu penilaian dari Kemenkes,”pungkasnya

Aturan PSBB tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. PSBB melingkupi pembatasan sejumlah kegiatan penduduk tertentu dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi COVID-19.

Pembatasan tersebut meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Kriteria wilayah yang menerapkan PSBB adalah memiliki peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat penyakit COVID-19 secara signifikan dan cepat serta memiliki kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.