Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang Edison

Detak-Palembang.com PALEMBANG -Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang Edison memberikan himbauan kepada masyarakat tetap menjaga kondusifitas tanpa menyebarkan kabar hoax terkait COVID-19.

Lantaran di tengah penyebaran COVID-19 di Kota Palembang kerap banyak informasi hoax yang terkadang tersebar luas di media sosial (medsos) baik itu Instagram (IG) dan Facebook (FB). Hal itulah harus tetap di jaga warga tanpa memberikan informasi yang salah agar kondisi tetap kondusif dan membuat masyarakat tidak panik. Di

“Jangan la sekali sekali menyebarkan informasi yang salah terkait COVID-19. Tiba tiba langsung di sebar ke media sosial (medsos). Itu bisa membuat masyarakat panik. Padahal informasi itu belum tentu benar dan masyarakat jadi gelisah,”kata Edison Senin,(6/4)

Dia juga berharap agar akun akun di medsos tidak turut menyebarkan informasi salah terlebih lagi apabila bukan dari ahli. Lantaran banyaknya masyarakat melihat medsos hingga membuat video viral dan di percaya oleh masyarakat.

“Kemarin seperti video tukang parkir viral menyebutkan ada yang kena Corona. Padahal itu bukan hanya sakit biasa. Saya harap masyarakat juga harus cerdas jangan percaya IG dan FB itu hanya medsos. Kecuali kalau benar-benar dari berita media yang kredibel,”tegasnya

Dia juga berharap awak media terus mengawal berita-berita COVID-19. Agar apabila ada kesimpang siuran media bisa memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat.

“Media diandalkan pemerintah untuk memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Saya juga berharap kepada temen temen wartawan untuk tetap memberikan edukasi kepada masyarakat terkait informasi yang benar tentang COVID-19,”pungkasnya

Sebelumnya di Palembang tersebar kasus hoax terkait informasi COVID-19. Seorang tukang parkir di salah satu rumah sakit di Kota Palembang membuat video menyatakan salah satu pasien di sana positif Corona. Alhasil tersebar ke medsos hingga viral ternyata informasi itu bohong alias hoax.

Lalu setelah pihak rumah sakit memberikan tanggapan hingga sang tukang parkir di tangkap oleh aparat kepolisian Polrestabes Palembang. Sedikit informasi pelaku ditangkap polisi dan dijerat Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE) (mol)