Detak-Palembang.com PALEMBANG – Warga Palembang siap-siap di tangkap atau ditindak secara tegas apabila kedapatan di jalan tidak menggunakan masker. Hal itu berupa sangsi isolasi selama 1×24 jam di Asrama Haji yang akan di berlakukan besok Kamis,(30/4)

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pihaknya sudah berusaha memaksimalkan segala kesiapan dalam menangani pemutusan rantai penyebaran virus corona tersebut.

Hal ini dikarenakan, keseriusan Pemkot Palembang dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Dengan menjalankan protokol Covid-19 sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan.

“Isolasi di Asrama Haji, jadi ini merupakan salah satu sikap sigap dari Pemkot Palembang. Di sana telah disiapkan tempat penampungan bagi masyarakat yang melanggar, dan kita sediakan 25 kamar isolasi,” ujar Dewa yang juga sebagai Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19, Rabu (29/4).

Dikatakan Dewa, sanksi bagi warga yang tidak pakai masker di jalan ini juga berlaku untuk semua pengendara roda empat dan roda dua, tanpa terkecuali untuk kendaraan publik seperti ojol, bus maupun truck.

“Karena pelanggar ini makin banyak, apalagi yang tidak mematuhi imbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran wabah corona. Siapa saja pengendara yang melintas dengan tidak menggunakan masker akan segera ditindak. Sanksi ini juga atas dasar instruksi Walikota Palembang,” tegasnya.

Lanjut Dewa, pengawasan dilakukan dengan cara tim keamanan mengoperasi keadaan di lapangan dengan pengecekan di lima titik Check Point pintu masuk Palembang. Pengecekan di lapangan juga turut melibatkan anggota keamanan meliputi, TNI dan Polri yang juga termasuk dalam tim gugus tugas.

“Kerjasama dengan mereka untuk menindak siapa saja yang tidak menggunakan masker. Antisipasi ini mulai dilaksanakan hari ini 28 April ini. Jadi setiap kamar di Asrama Haji diisi oleh 2 orang,”pungkasnya