Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hampir di berbagai tempat mulai sepi karena penyebaran COVID-19. Namun anehnya masyarakat tidak mengendorkan niatnya untuk membuat atau memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) di Polrestabes Palembang Selasa,(7/4)

Namun aparat kepolisian Sat Lantas Polrestabes Palembang terlihat sigap melakukan pengamanan penyebaran COVID-19 kepada masyarakat atau pemohon SIM sebelum di layani.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Yusantiyo Sandhy mengatakan, tidak bisa menolak apabila masyarakat datang untuk membuat SIM. Tentunya pihaknya akan melayani.

“Kalau sudah berada di Satpas SIM, ya silakan. Pasti kami layani, tidak mungkin ditolak. Tapi tentunya akan kita periksa suhu tubuh mereka apabila aman boleh masuk,”ujarnya Selasa (7/4)

Dilanjutkannya setelah para pemohon SIM yang masuk gedung Satpas diperiksa suhu tubuh. Lalu disemprot cairan antiseptik dan diharuskan memakai hand sanitizer.

“Kalau saat diperiksa suhu tubuh melebihi 38 derajat selsius, pemohon SIM terpaksa kami tolak,” tegasnya.

Diakui mantan Kasubbid Pid Bidhumas Polda Sumsel ini, mengatakan ada penurunan sebanyak 30 % dampak COVID-19.Dia pun berharap sebaiknya masyarakat tetap berada di rumah agar tetap aman.

‘Pelayanan SIM masih berjalan normal. Namun, sesuai instruksi Bapak Kapolrestabes Palembang, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah, termasuk para pemohon SIM. Ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19,”ujarnya

Dia menghimbau pemohon SIM tetap bisa mengajukan pembuatan dan perpanjangan SIM, namun jumlahnya terbatas.Himbauan tersebut mulai berlaku sejak 29 Maret lalu hingga 29 Mei mendatang.

Bagi masyarakat yang habis masa berlaku SIM pada periode tersebut, dipersilakan memperpanjang SIM setelah tanggal 29 Mei.

Yusantiyo juga menjamin masyarakat kota Palembang mendapat dispensasi jika diminta menunjukkan SIM oleh petugas saat berkendara di jalan.

“Selama periode 29 Maret sampai 29 Mei, kalau SIM-nya mati dimaklumi,”pungkasnya (mol)