Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masyarakat Palembang sempat di hebohkan dengan tersebarnya video pasien terkena virus Corona di salah satu rumah sakit. Alhasil penyebar video ditangkap serta dijebloskan kedalam sel penjara selama 10 tahun

Dalam acara press release ungkap kasus hoax Senin,(30/3) di pimpin langsung Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji menegaskan pelaku di jerat Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan hukum penjara 10 tahun.

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan berita bohong. Atas perbuatannya pelaku di jebloskan penjara selama 10 tahun sesuai undang-undang yang berlaku undang undang ITE,”tegasnya di hadapan wartawan

Pelaku bernama Depriadi (33) bekerja sebagai juru parkir di salah satu rumah sakit di Palembang. Pelaku di tangkap oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) saat bekerja sebagai juru pakir pada hari Minggu,(19/3).

“Apa yang telah dilakukan pelaku sangat meresahkan masyarakat. Tentunya video yang dibuat viral menimbulkan keresahan,”ucap Anom Setyadji lagi kepada awak media

Orang nomor satu di kepolisian Polrestabes Palembang ini menghimbau juga kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah. Tentunya juga mudah percaya kepada video video yang viral di media sosial (medsos) apabila bukan berita resmi seperti di buat oleh media.

“Jangan keluar rumah lagi berbahaya. Jaga kesehatan dan juga lindungi keluarga kalian,”pungkasnya

Dibincangi pelaku Depriadi hanya menundukkan lesuh. Dia pun menangis menyesali semua perbuatannya. “Saya menyesal sekali,”ucapnya singkat

Diakuinya dialah yang membuat video itu. Lalu dia mengirimkan ke grup WhatsApp (WA) sesama teman parkir berisikan 20 anggota. Tapi tiba tiba video itu menyebar hingga ke akun akun Instagram.

“Video itu aku rekaman untuk dikirimkan ke grup WA. Tapi tidak tau kenapa bisa menyebar begitu,”pungkasnya. (mol)