Detak-Palembang.com BIRMINGHAM – Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus tumbang di babak final All England Open 2020 setelahmenghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) usai menjalani laga ketat selama 71 menit dengan skor 18-21, 21-12, 19-21, di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020).

Jalannya Pertandingan

Di paruh set pertama papan skor menunjukkan keunggulan tipis Kevin Sanjaya/Marcus Gideon atas Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 11-10. Meski begitu, pertandingan tetap berlangsung ketat sampai skor kembali imbang 16-16. 

Endo/Watanabe sempat melebarkan jarak unggul tiga angka dari Kevin/Marcus 19-16. 

Keunggulan ini bisa dimanfaatkan Endo/Watanabe untuk merebut set pertama dengan skor 21-18. 

Memasuki set kedua, Kevin/Marcus yang berusaha bangkit langsung tancap gas. The Minions di awal set kedua mampu unggul lima angka dari Endo/Watanabe 7-2. 

Keunggulan beberapa angka yang diciptakan Kevin/Marcus bertahan hingga paruh set kedua. Kevin/Marcus unggul 11-7 dan kedua pasangan beristirahat sejenak terlebih dahulu. 

Usai jeda, laju Kevin/Marcus kian tak terbendung. Permainan Kevin/Marcus menciptakan keunggulan dengan jarak delapan angka 17-9. 

Situasi unggul jauh tak disia-siakan Kevin/Marcus untuk merebut set kedua. Kevin/Marcus menang 21-12, sekaligus memaksa laga berlangsung sampai rubber set. 

Melakoni set ketiga, permainan Kevin/Marcus tampak menurun. Kevin/Marcus bahkan sempat tertinggal jauh dengan skor 0-5. 

Pelan-pelan, Kevin/Marcus mulai bisa menipiskan jarak. Ketertinggalan Kevin/Marcus perlahan cuma terpisah satu angka saja 7-8. 

Perjuangan Kevin/Marcus terlihat membuahkan hasil. Berulang kali tertinggal, Kevin/Marcus akhirnya bisa menyamakan kedudukan 15-15.

Endo/Watanabe menutup perlawanan Marcus/Kevin pada gim ketiga setelah bertarung ketat selama 72 menit.

Ganda Campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Sementara pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengukir rekor apik pada turnamen di Eropa setelah menjuarai All England 2020, setelah mengalahkan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai melalui rubber game dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-18, dalam tempo 62 menit.

Dengan kesuksesan ini, Praveen/Melati pun mengukir rekor sempurna di turnamen Eropa. Ya, Praveen/Melati selalu memenangi 15 pertandingan terakhir mereka di Benua Biru. 

Jumlah kemenangan tersebut juga berbanding lurus dengan prestasi yang diraih. Praveen/Melati kini telah mengoleksi tiga gelar pada turnamen di Eropa dalam 15 laga tersebut. Gelar pertama diraih saat tampil pada Denmark Open 2019. 

Mereka menjuarai Denmark Open 2019 setelah mengalahkan wakil China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, pada partai final. 

Praveen/Melati kembali mengalahkan wakil China, kali ini Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, untuk menjuarai turnamen French Open 2019. 

Kemudian, gelar ketiga didapat pada All England 2020 yang baru saja mereka menangi. 

Trofi All England 2020 juga merupakan gelar bersejarah bagi Praveen/Melati. Sebab, gelar tersebut merupakan yang pertama bagi Praveen/Melati pada turnamen BWF Super 1000.