Detak-Palembang.com JAKARTA – Tidak sedikit masyarakat yang cemas akan berkurangnya penghasilan ditengah merebaknya Covid-19 (Virus Corona). Pasalnya, sebagian perusahaan yang kena imbas dengan penurunan omzet terpaksa merumahkan karyawannya, menerapkan unpaid leave (cuti tanpa digaji) bahkan tidak sedikit yang memberhentikan karyawannya. Begitu pula yang dihadapi oleh Mahasiswa, mereka pasti merasa bosan ketika sekarang harus mengikuti kelas dari rumah.

CEO TopKarir Bayu Janitra memberikan tips bagi anak muda yang ingin tetap produktif dan memiliki penghasilan tanpa harus keluar dari rumah, yakni dengan menjadi freelancer atau pekerja lepas. “Saat ini banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi para freelancer. Biasanya mereka membuka kesempatan sesuai dengan project yang sedang berlangsung. Di era yang serba teknologi ini, hanya dengan bermodal kuota internet dan gadget, semua bisa tambah penghasilan dengan menjadi freelancer,”ujar Bayu.

“Pertama, buat CV, tunjukkan latar belakang pendidikan dan skill yang kamu miliki. Jangan lupa kumpulkan portofolio hasil karya kamu, sebagai contoh hasil kerja bagi para pemberi kerja / pemilik Project. Jangan lupa selalu update jika ada portofolio baru,” tips dari Bayu untuk menjadi freelancer.

Bayu menambahkan, jurus kedua cari atau dapatkan pekerjaan dari pemberi kerja yang terpercaya, jangan asal terima dan kerjakan project tanpa ada kejelasan. Kamu bisa temukan project  yang sesuai dengan keahlianmu dari website atau aplikasi yang terpercaya, salah satunya TopKarir. “TopKarir sejak beroperasi di tahun 2015, hingga saat ini sudah ada lebih dari 400ribu lowongan pekerjaan. TopKarir kini membuka kesempatan kepada perusahaan (employers) untuk memberikan project kepada para freelancer, melalui menu Freelance yang baru saja diluncurkan pada Maret 2020 ini.”jelas Bayu.

Ketiga, komitmen dan tanggung jawab terhadap pekerjaan atau project  yang kamu ambil. Bayu menjelaskan, sebagai freelancer kamu akan memiliki reputasi yang baik jika kamu selalu mengerjakan tugas sesuai dengan ketentuan dan arahan dari pemberi project. Bayu memberi bocoran, kadang pemberi kerja akan merekomendasikan freelancer untuk mengerjakan project lainnya.

“Asah terus skill yang dimiliki. Jurus keempat ini penting, jangan sampai karena sibuk mencari penghasilan, para freelancer lupa untuk mengupgrade skill penunjang karirnya. Banyak lembaga pelatihan dan sertifikasi yang bisa kamu pilih, TopKarir juga sudah menyediakan kanal khusus pelatihan dan sertifikasi dari berbagai bidang,” kata Bayu soal skill para freelancer.

Jurus yang kelima, jangan segan untuk berkonsultasi dengan orang-orang yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang yang kamu geluti. Bayu menyarankan, ketimbang curhat di sosial media yang belum tentu kamu bisa mendapat solusi yang tepat, kamu bisa dapatkan saran dari orang-orang yang memang expert melalui kanal TopKarir Klinik.

Bayu menjelaskan, sejak awal didirikan TopKarir mengemban misi membantu anak muda Indonesia untuk mengembangkan karirnya, baik di sektor formal maupun informal. Untuk itu TopKarir hadir dengan berbagai fitur untuk menunjang karir. Sekarang, dengan adanya menu Freelance diharapkan TopKarir semakin menjadi pilihan bagi anak muda untuk memajukan dirinya, menggunakan skill yang dimiliki, hingga dapat turut memutar roda perekonomian di Indonesia.