Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masih banyak masyarakat yang menganggap biaya penggunaan yang mahal dan mereka mengkhawatirkan masalah keamanan menyangkut jaringan gas. Hal inilah yang menjadi factor kendala belum sepenuhnya beroperasi jaringan gas rumah tangga di kota Palembang.

Kepala Bagian Pembangunan Pemkot Palembang Zuriyati mengatakan banyak masyarakat yang ragu untuk dipasangkan jargas, karena alasan keselamatan dan biaya penggunaan yang mahal.

“Banyak masyarakat yang termakan isu-isu negatif terkait pemasangan jargas. Mereka yang sebelumnya berminat, menjadi galau saat hendak gas in, padahal secara infrastruktur sudah tertanam,” kata Zuriyati.

Zuriyati menerangkan, berdasarkan data kuota pemasangan jargas bantuan Kementerian ESDM pada 2018 berjumlah 4.315 Sambungan Rumah (SR) untuk empat kecamatan yakni Kecamatan Plaju Ulu, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II dan Jakabaring. 

Akan tetapi terdapat 81 calon pelanggan di antaranya yang mengalami masalah.

“Kita sudah minta pihak kecamatan, kelurahan hingga RT dapat menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan sosialisasi bahwa jargas yang akan dipasang gratis dan aman. Kita minta paling lambat satu minggu ini,” katanya.

Menurut Zuriyati pemasangan jargas ini jauh lebih aman dan lebih murah dari gas LPG. Bahkan, jika dibandingkan dengan gas korek api saja sangat beda jauh. 

“Gas korek api 4 bar tapi jargas hanya di kisaran 0,2-0,3 bar artinya sangat aman untuk digunakan. Kemudian, pemasangan jargas ini tidak ada beban biaya pada masyarakat alias gratis,” kata Zuriyati.

Sangat disayangkan jika masyarakat termakan isu-isu yang menyesatkan. Apalagi pembangunan infrastruktur jargas ini melewati berbagai tahapan, seperti by name by address atau sesuai dengan minat dari masyarakat dulu. 

“Cukup banyak yang berminat. Tapi tidak semua bisa kita penuhi karena mereka yang memenuhi persyaratan hanya 4.315 SR yang dilayani sesuai bantuan jargas tahun 2018,” kata Zuriyati.