Detak-Palembang.com PALEMBANG –  Pemerintah kota Palembang tengah fokus merestorasi sungai Sekanak-Lambidaro yang diharapkan mengurangi bencana banjir sekaligus menjadi icon destinasi wisata baru di tengah kota. Pemerintah sudah mempersiapkan rancangan detail yang akan merestorasi sungai tersebut.

Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII di tahun ini akan mulai melakukan penyelesaian di wilayah restorasi Sungai Sekanak Lambidaro.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Birendrajana mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu desain terakhir restorasi Sungai Sekanak dari Pemerintah Kota Palembang yang rencananya di bulan Maret akan dilakukan proses pelelangan.

Dengan memiliki panjang 11 kilometer pembangunan restorasi Sungai Sekanak ini dilakukan secara bertahap. Titik awal telah dilakukan pembangunannya yang berada di samping Kantor Walikota Palembang.

Pemerintah pusat menyetujui anggaran restorasi sebesar Rp255 miliar pada tahun 2020, sedangkan pemerintah kota Palembang juga sudah menganggarkan Rp10 miliar guna kegiatan tersebut. Pemerintah kota Palembang juga mendapatkan bantuan hibah 20 juta US dollar pemerintah Australia yang apabila dikurskan satu dollar Rp13.000, maka totalnya mencapai Rp260 miliar

Pemerintah berkeinginan merestorasi anak-anak sungai Musi tersebut sebagai bagian solusi dari banjir di kota Palembang. Sungai ini diharapkan berperan lebih maksimal dalam tata air aliran anak-anak Sungai Musi yang menyisir  kota Palembang.

Dengan demikian, integrasi dan konektivitas pengendalian banjir akan lebih maksimal, saat curah hujan meningkat (musim hujan). Memaksimalkan saluran sungai Sekanak-Lambidaro mengingatkan kembali, bahwa Palembang memang kota yang berada di atas air seperti julukan yang diberikan pemerintah Belanda, Venice of the East

Destinasi Wisata Baru

Selain upaya pengendalian dari banjir, keinginan mengembalikan Venesia dari Timur membuat Sungai Sekanak-Lambidaro juga ditargetkan sebagai icon destinasi wisata baru di Sumsel. Beberapa kali, Bastari menyebutkan setelah direstorasi, sungai ini bisa dilalui oleh kapal-kapal. Dengan demikian, kapal-kapal bisa melintas di tengah kota sebagai sarana transportasi air bagi masyarakat, meski pengaturan transportasinya disesuaikan kebutuhan sekaligus sarana wisata baru bagi kota Palembang. 

“Kita ingin kembali mengembalikan memori, jaman dulu. Bagaimana Sumsel memang lebih banyak dilintasi kapal-kapal di sungai yang menyusuri hingga ke tengah kota seperti Palembang,” kata Kepala Dinas PUPR Palembang, Akhmad Bastari Yusak.

Dalam pembahasan kelayakan yang digelar sebelumnya, beberapa hal yang direkomendasikan seperti peninggian beberapa jembatan agar kapal bisa melintas di bawahnya. Setidaknya terdapat 17 titik jembatan yang harus ditinggikan, seperti jembatan di jalan Sudirman dan beberapa titik lainnya. “Peninggian itu, agar sungai yang sudah direstorasi benar-benar bisa dilintasi kapal sebagai sarana transportasi, termasuk penambahan kolam retensi 5 hektar (ha). Pengerjaannya ditarget selama dua tahun, hingga 2020,” terangnya.

Icon destinasi wisata baru ini disambut baik oleh Dinas Pariwisata Palembang. Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani mengatakan mengoptimalkan sungai di Palembang tentu berpengaruh pada sektor wisata. 

Saat menyambut perhelatan Asian Games, upaya mengenalkan Sungai Musi sebagai icon wisata juga gencar dilakukan, termasuk menciptakan destinasi mural warna-warni sungai Sekanak. Selain wisata budaya dan kuliner Palembang, Sungai Musi juga dikenalkan sebagai bagian menarik wisatawan berkunjung ke Palembang.

“Jika nantinya bisa dilintasi, tentu kapal-kapal membawa pengunjung berkeliling. Selain terhubung dengan Sungai Musi, sungai Sekanak dan Lambidaro menghubungkan destinasi-destinasi yang sudah ada, misalnya kampung Arab, kampung Almunawar, di bagian hiilir, juga ada destinasi kuliner wisata pempek 26 Ilir dan lainnya,” ujar Isnaini.

Tahun lalu, upaya restorasi tahap awal telah menelan biaya Rp7,5 milyar yang diperuntukkan bagi pembebasan lahan, memperdalam sungai, mempercantik tepian sungai dan memoles tepian sungai dengan cat warna-warni.