Detak-Palembang.com PALEMBANG – Setelah 22 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan pernah dinobatkan sebagai lurah terbaik se Sumatera Selatan dan diundang ke Istana Negara tahun 2020, namun niatnya untuk mundur dari jabatannya sebagai ASN yang skarang menjabat sebagai camat di Kalidoni, Aire Wijaya lebih memilih mundur.

Tekadnya sudah bulat ingin fokus berwirausaha. Keputusan mundur sebagai ASN sendiri pertama diajukan tahun 2010 saat dirinya menjabat sebagai lurah. Dirinya sudah mengajukan untuk berhenti sebagai PNS, namun Pemerintah Kota belum menyetujui dan menyarankan dirinya untuk melanjutkan pendidikannya.

Arie wijaya sendiri sudah menjadi PNS sejak 1997 lalu setelah lulus dari STPDN, dirinya dikenal sebagai salah satu ASN berprestasi. keluarga sendiri awalnya cukup kaget dengan keputusan yang diambil Arie Wijaya, namun melihat kegigihannya dalam menjalankan usaha akhirnya keluarga setuju dengan keputusan mundur tersebut.

“Sebenarnya keinginan mundur saya bukan yang pertama kali. Sejak tahun 2010 sudah ada keinginan dan mengajukan, tetapi saat itu ditolak sama atasan,” tegas Arie.

Alasan mundur, kata Arie, karena dia ingin fokus mengurus bisnis properti dan bisnis developer. Di mana bisnis sudah dibangun sejak tahun 2008 lalu.

“Saya ada bisnis, ada bangun perusahaan sejak tahun 2008 lalu. Saat ini bisnis terus berkembang dan tidak bisa dikelola sama orang lain, saya harus turun tangan,” kata Arie.

Keputusan bulat itu diambil setelah lama berpikir. Sebab dirinya tidak ingin ‘korupsi waktu’ sebagai pelayan masyarakat serta abdi negara yang sudah dimintai sumpah saat lulus STPDN.

“2010 saat saya ajukan pengunduran diri itu, saya disarankan untuk tugas belajar. Saat itu saya belajar, punya banyak waktu untuk bisnis, tetapi setelah saya jadi Camat 2017 lalu saya tidak lagi ada waktu,” tegas Arie.

Arie akhirnya berdiskusi dengan keluarga, keputusannya pun sudah final dan dirinya mengajukan mundur sebagai camat. Tidak hanya itu, dia juga memutuskan berhenti sebagai PNS.

“Hidup adalah pilihan, kita tidak akan bisa berbisnis bersamaan dengan abdi negara. Saya sebagai abdi negara harus memberi pelayanan yang maksimal, tetapi satu sisi pasti ada yang terabaikan. Keputusan saya sudah bulat, waktu untuk berpikir sudah sejak 2010 lalu. Surat untuk berhenti sudah saya sampaikan ke atasan, Pak Sekretaris daerah sama Pak Wali Kota,” katanya.

Melalui surat yang disampaikan itu, Arie memutuskan untuk pamit dengan semua staff dan jajaran di Kecamatan Kalidoni. Bahkan ia mengaku siap bila nanti dirinya diminta untuk mendukung pemerintahan.

“Mengabdi banyak jalannya, berhasil atau tidaknya hidup juga tidak harus dari PNS. Jadi entrepreneur juga kita bisa, jadi saya juga heran kalau banyak anak muda saat ini berebut jadi PNS sampai harus keluarin uang,” kata Arie.