Detak-Palembang.com BELU – Personel Pos Fatubesi Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ bersama masyarakat melakukan evakuasi salah seorang warga Desa Wedomu Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, korban Maxius Bere (32) meninggal dunia akibat terjatuh dari dalam sumur miliknya pada hari Minggu, 26 Januari 2019 pukul 16.00 WITA.

Evakuasi ini dilakukan berdasarkan laporan dari salah satu warga disekitar Pos Fatubesi yang melaporkan bahwa mereka menemukan jenazah seorang manusia di dalam sumur yang kurang lebih memiliki kedalaman 10 meter, korban merupakan salah seorang warga Desa Wedomu yang sudah menghilang selama dua hari dan tidak diketahui keberadaanya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut personel Pos Fatubesi bergerak cepat menuju ke tempat lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak Polsek Tasifeto Timur dalam memberikan bantuan evakuasi jenazah Maxius Bere (32) yang di temukan sudah tidak bernyawa oleh masyarakat Desa wedomu Kecamatan Tasifeto Timur

“Tindakkan yang dilakukan oleh personel kami di Pos Fatubesi merupakan bentuk kesigapan Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat perbatasan yang mendapatkan musibah,” ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

“Selain melaksanakan tugas dan kewajiban dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-RDTL, sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, pasal 7 ayat (2) huruf b angka 4 menjelaskan tentang tugas TNI dalam pengamanan wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan perbantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan di sekitar pos mereka” tegasnya.

“Upaya tindakan evakuasi sendiri dilakukan sekitar 90 menit yang dipimpin langsung oleh Sertu Angga Sastra Admaja selaku Danpos Fatubesi bersama 4 orang personelnya serta 2 orang dari personel Polsek Wedomu, dan dibantu masyarakat sekitar,” paparnya.

“Dengan kejadian ini, kami mengharapkan kepada masyarakat di perbatasan agar lebih berhati-hati lagi saat melakukan aktivitas yang memiliki resiko tinggi, seperti sumur, listrik, sungai dan bekendara kendaraan, kami juga menyarankan agar sumur milik warga dapat dibangun pagar pembatas dalam rangka upaya pencegahan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas Atambua (29/1/2020).

Ditempat yang sama, Bapak Agustinus Mali (48) selaku kakak kandung korban menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh personel Pos Fatubesi pada evakuasi jenazah adiknya.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh bapak-bapak TNI, sehingga jenazah adik kami telah berhasil di evakuasi dari dalam sumur, kami berharap juga kepada bapak-bapak TNI kiranya nanti dapat hadir pada prosesi pemakaman adik kami ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kopda Rusdiansyah merupakan personel Pos Fatubesi yang turut serta dalam kegiatan evakuasi, menyampaikan tanggapannya atas kejadian yang telah menimpa salah seorang warga Desa Wedomu.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali, dan sumur-sumur milik warga agar dibangun pagar pembatas atau penutup sumur, sehingga dapat mengurangi resiko khususnya bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar sumur,” ucapnya.

Terpisah Sertu Angga Sastra Atmaja selaku Danpos Fatubesi menyampaikan tanggapannya atas kegiatan yang dilakukan bersama personelnya dalam memberikan bantuan evakuasi jenazah korban di Desa Wedomu

“Sebagai personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia – Timor Leste, semua yang kami lakukan merupakan tugas dan kewajiban sebagai prajurit TNI, kami diciptakan untuk mengabdi kepada rakyat, Negara dan Bangsa,” tandasnya.