Detak-Palembag.com BELU – Personel Pos Maubusa Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ menghimbau kepada warga masyarakat di Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaen Belu Nusa Tenggara Timur dalam mewujudkan swasembada pangan di daerah perbatasan RI-RDTL.

“Kegiatan ini berawal dari perjalanan personel kami yang berada di Pos Maubusa yang akan melaksanakan kegiatan pengecekan Tapal Batas Negara (PBN) di daerah tersebut dalam rangka memastikan patok batas yang menjadi tanggung jawab mereka tetap aman dan berdiri kokoh, tidak rusak atau hilang akibat abrasi tanah akibat derasnya debit air pada saat musim penghujan, khususnya patok yang berada di pinggir aliran sungai,” ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

“Personel kami bertemu dengan seorang warga desa binaan yang bernama Bapak Tinus (45) dalam kondisi bingung akibat alat pembajak sawah yang ia gunakan mengalami kerusakan, akibat dari kerusakan mesin tersebut, ia pun merasa putus asa sehingga akan beralih untuk membajak sawah ke cara trasional/cara lama,” jelasnya 

“Setelah diadakan dialog tentang pemanfaatan teknologi modern yang cukup panjang, akhirnya Bapak Tinus menyetujui untuk mengunakan kembali traktor sawah yang ia gunakan tersebut,” tambahnya.

Personel Pos Maubusa Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ pun membantu memperbaiki mesin pembajak sawah yang mengalami kerusakan di tengah jalan dalam kondisi mesin mati dan telah dibongkar. 

“Kegiatan pada saat itu dipimpin langsung oleh Sertu Devi Sutrisna bersama 6 orang personel Pos Maubusa lainnya,” tegas Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas Atambua (2/1/2020).

Selain melaksanakan tugas pokok berupa pengamanan wilayah perbatasa RI-RDTL, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ juga turut serta dalam membantu setiap kesulitan warga masyarakat yang berada di wilayah perbatasan serta mendukung setiap upaya Pemerintah dalam rangka membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, personel kami yang berada di pos sepanjang garis perbatasan dapat menjalin tali silaturahmi yang erat bersama masyarakat, serta bahu membahu dan bergotong royong bersama warga dalam setiap kegiatan sehingga akan tercipta kemanunggalan yang kokoh antara TNI dan Rakyat,” imbuh Dansatgas lebih lanjut.

Sementara itu, Bapak Tinus (45) pemilik mesin pembajak sawah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan pengertian yang telah diberikan oleh personel Pos Maubusa atas perbaikan dan penggunaan kembali mesin pembajak sawah yang ia miliki.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada bapak TNI, yang telah membantu saya untuk memperbaiki kembali alat ini, benar yang bapak TNI katakan, teknologi harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang baik seperti ini,” tuturnya.

Komandan Pos Maubusa Sertu Devi Sutrisna mengatakan tanggapannya terhadap upaya perbaikan mesin pembajak yang mereka lakukan di perjalanan dalam rangka mendukung swasembada pangan di tapal batas.

“Kami berupaya memberikan pengertian dan penjelasan kepada warga masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam rangka mendukung program Pemerintah dalam pembangunan di daerah perbatasan,” ucapnya 

Beruntung pada saat itu, salah seorang personel kami yang bernama Pratu Heru mengerti dan paham tentang kondisi serta perbaikan mesin tersebut, sehingga kami tidak membutuhkan waktu yang lama dalam perbaikannya,” tambahnya.

“Saya selaku Komandan Pos selalu menekankan kepada personel kami, agar selalu berinovasi dalam rangka membantu kepentingan warga masyarakat, khususnya di wilayah desa binaan Pos Maubusa,” tandasnya.