Detak-Palembang.com PALEMBANG – Walikota Palembang, Harnojoyo dan Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan menandatangani kerja sama pemberdayaan potensi daerah guna peningkatan kehidupan masyarakat yang relijius, yang dilaksanakan di rumah dinas Walikota Palembang, Rabu (15/1/2020).

Kedua walikota ini saling tertarik untuk menerapkan program kerja yang sudah dilaksanakan masing-masing daerah.

Kalau Kota Bengkulu akan menerapkan Subuh berjamaah bersama jajaran pejabatnya dilingkungan masyarakat, nah Walikota Palembang juga tidak ingin ketinggalan akan menerapkan mobil dinas (mobdin) gratis untuk pernikahan warganya yang sebelumnya sudah diterapkan Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan.

“Silahkan pakai mobil dinas saya, kalau ada warga kita yang ingin pakai untuk acara nikahannya,” kata Harnojoyo.

Bahkan untuk menerapkan program untuk kebaikan masyarakat banyak ini, kata politisi Partai Demokrat ini tidak perlu ditunda tunda untuk waktu yang lama.

“Sekarang juga bisa untuk nikahan warga di hari Sabtu dan Minggu, langsung kita realisasikan, karena mobil dinasnya sudah ada,” tegasnya.

Bahkan, orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, memberikan pilihan jenis mobi dinas yang mana ingin dipakai warga yang akan melangsungkan pernikahan nantinya.

“Silahkan pilih mobilnya, bisa mobil saya, mobil dinas Wakil Walikota, mobil Sekda, bahkan mobil dinas ketua DPRD, ” ungkapnya.

Selaian akan mencontoh program Walikota Bengkulu ini, kata Harnojoyo lagi, sisi lain kerja sama yang akan dilakukan saling memberikan keuntungan dibidang ekonomi.

Harnojoyo mencontohkan, Pasar ikan modern yang tengah dibangun Palembang saat ini, bias dilakukan kerja sama dengan Kota Bengkulu sebagai penyuplai ikan segar dari laut.

“Kalau infratruktur sudah bagus bias saja pasar ikan modern kita, ikannya didatangkan dari Kota Bengkulu, kan Kota Bengkulu memiliki laut sudah pasti kaya akan ikannya,” tegasnya.

Sementara itu Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan mengatakan, sudah dua kali mengikuti kegiatan Subuh berjamaah Walikota Palembang H.Harnojoyo saat berkunjung ke Kota Palembang.

Manfaat yang dirasakan,tidak hanya untuk kebutuhan rohanian, tetapi juga langsung dirasakan manfaatnya masyarakat,seperti menyerap langsung aspirasi masyarakat.

“Bengkulu juga akan menerapkan Subuh berjamah, kita lihat program Sholat Subuh yang sudah istiqomah, sudah terbukti meningkat silahtuhrahmi dengan warganya,  disipiliny,nah ini yang ingin kita contoh untuk Kota Bengkulu sehingga masjid di Bengkulu selalu ramai, dan langsung bisa menyerap aspirasi warga,” tegasnya.

Sholat Subuh berjamaah di Masjid Muawanah, Jalan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat I Palembang , Rabu, (14/1/2020), adik kandung Zulkifli Hasan ketua Partai Amanat Nasional (PAN) ini bercerita banyak akan program keagamaan yang sebelumnya di adopsi jajaraanya saat kunjungan pertamanya beberapa tahun lalu di Kota Palembang.

“Tidak salah jika Palembang disebut Kota Darussalam, alhamdulillah masih ada kepala daerah yang mengedepankan program keagamaan dan itu benar-benar saya rasakan,” ungkapnya.

Jika Kota Palembang punya program subuh berjamaah, Kota Bengkulu, katanya ada kemiripan dengan kota tertua di Indonesia ini, yakni Kota Bengkulu memiliki program Masjid dan Mushollah 24 jam.

Dikatakannya,program Subuh berjamaah yang digagas Walikota Palembang ini, dapat menjadi contoh bagi pemimpin lain di negeri ini.

Karena, suatu negeri atau daerah yang pemimpin dan masyarakatnya memakmurkan Masjid, maka Negeri tersebut akan Allah.SWT makmurkan.

“Ini jadi barokah untuk Palembang, mulai dari pemimpin dan masyarakatnya cinta masjid,” tuturya.

Kehadirannya di Kota Palembang ini, ungkap Helmi, dalam rangka untuk belajar terkait program keagaamaan utamanya sholat Subuh Berjamaah di Kota Palembang.

“Kami ingin melihat dan merasakan secara langsung bagaimana program sholat subuh berjamaaah ini diterapkan dan ternyata luar biasa, program ini sudah lama diterapkan dan antusias masyarakat Palembang sangat tinggi, ini akan menjadi pelajaran bagi kami Kota Bengkulu,” ujarnya.

Selain itu, Helmi Hasan juga menawarkan beberapa program keagamaan Kota Bengkulu yang akan dituangkan dalam bentuk MoU kerjasama dengan Walikota Palembang.

Seperti program Gerakan Peduli Yatim (GPY) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dengan melibatkan seluruh pejabat bengkulu.

“Kita bentuk orang tua asuh bagi seluruh anak yatim, orang tua asuh ini kita ambil dari pejabat di Kota Bengkulu. Jadi di Bengkulu tidak ada lagi anak yatim yang tidak mempunyai orang tua angkat,” ulasnya.

Selain itu, Helmi juga mengajak Walikota Palembang bersama-sama menggerakkan program masjid dan mushollah 24 jam.

“Kita ingin menjadikan masjid sebagai tempat yang menyenangkan bagi siapa saja, baik warga setempat maupun pendatang. Selain itu disana kita siapkan makanan dan minuman gratis,” jelasnya.

Sementara, Harnojoyo menyambut baik ajakan kerjasama Walikota Bengkulu dalam bidang keagamaan. Hal itu juga yang diharapkan Pemkot Palembang.

“Mari kita sama-sama tularkan apa yang baik. Hal ini sangat positif dan kami sangat menyambut baik, program subuh berjamaah bisa ditiru oleh Kota Bengkulu, dan kami belajar program – program yang disampaikan Walikota Bengkulu tadi, ini akan jadi pelajaran bagi kami,” tandasnya