Detak-Palembang.com PALEMBANG –  Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru segera mewujudkan dan memfasilitasi keinginan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni terkait pembangunan jembatan Lematang, kemudian juga jembatan yang merupakan bantuan gubernur (bangub) yaitu jembatan Air Betung, dan jalan menuju bandara Atung Bungsu, serta pembangunan lapangan sepakbola.Hal itu diungkapkan Gubernur Herman Deru ketika menerima Walikota Pagaralam Alpian Maskoni bersama jajarannya di ruang tamu gubernur, Rabu (15/01) siang. 

“Permintaan tersebut kita kabulkan dan wujudkan. Untuk jembatan Lematang segera kita tindaklanjuti. Dalam waktu dekat saya akan menghadap Menteri PU PR, dan menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Bahkan pada 6 Januari lalu saya sudah menyampaikan hal ini dan menghadap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi”, jelas HD. 

Proses lelang jembatan Lematang sendiri telah dilakukan sejak tahun 2016, dengan nilai tender Rp 400 miliar rupiah. Sejak awal jembatan Lematang telah diusulkan sebagai PSN. Dikatakan Bapak Rumah Tahfidz Sumsel itu, pembangunan jembatan Lematang tidak mungkin untuk didesain ulang, melainkan direncanakan kembali. “Re-design tidak mungkin,  tapi re-planning.  Saya juga minta diadakan kajian amdal lalin (analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas). Pemkot Pagaralam siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kita ajukan ke Menteri PU PR”, tandasnya. 

HD pun menegaskan sebagai kepala daerah dirinya selalu menyampaikan dan menekankan kepada kabupaten/kota di Sumsel, pemprov Sumsel selalu memberikan bantuan asalkan memenuhi persyaratan. “Selalu saya tekankan bantuan yang diberikan itu ada dasarnya,  yaitu kebutuhan (need), ketersiapan dana,  dan dampak ekonomi politik sosial budaya ke masyarakat”, imbuhnya. 

Untuk jalan menuju bandara Atung Bungsu, dengan lebar 7 hingga 9 meter pemprov Sumsel segera mengakomodirnya melalui Dinas PU Bina Marga. Selain itu,  menurut HD jalan di kota Pagaralam rata-rata tergolong baik,  hanya saja jalan intersection perlu diperbaiki. Kepada Walikota Alpian Maskoni,  Gubernur HD menghimbau agar sektor pariwisata di Pagaralam dihidupkan kembali. “Buat event tahunan sehingga pariwisata Pagaralam semarak kembali. Asisten 1 saya minta buatkan Pergub dan arahkan kepada OPD agar jika ada kegiatan outdoor dapat dilakukan di Pagaralam. Ini sebagai recovery atas kasus ancaman binatang buas yang terjadi akhir-akhir ini”, kata mantan Bupati Oku Timur dua periode itu. 

Sementara Walikota pagaralam Alpian Maskoni dan masyarakat Pagaralam menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah memenuhi permintaannya. “Semua permintaan kami diakomodir pak Gubernur dan realisasinya segera di tahun 2020 ini. Untuk jembatan Lematang dengan bentang 520 meter dan ketinggian sekitar 150-an meter biaya pembangunannya dari APBN. Segalanya sudah kita siapkan berikut kajian amdal,  yang nantinya saya bersama pak Gubernur menghadap Menteri PU PR”, bebernya. 

Alpian menjelaskan pembangunan jembatan Lematang sempat tertunda, dan sebelumnya telah ditenderkan dengan pemenangnya Nindya Karya. Menurutnya besar kemungkinan tertundanya pembangunan jembatan Lematang pada waktu itu terkendala pada masalah pembiayaan. “Jembatan Lematang semua sudah siap baik perencanaan dan amdal. Kita optimis pembangunannya segera terwujud,  dan diperkirakan selesai dalam rentang waktu 2-3 tahun. Sedangkan jembatan Endikat sedang kita usulkan”, terangnya. 

Dilanjutkan Alpian jembatan Endikat menghubungkan Lahat dan Pagaralam serta memilah 2 kecamatan yaitu Dempo Tengah dan Dempo Selatan yang masuk wilayah Pagaralam. Menurutnya jika pembangunan jembatan Lematang terealisasi banyak manfaat yang diperoleh Pagaralam. “Mempercepat akses Lahat – Pagaralam, serta memperkecil tingkat bencana alam seperti tanah longsor. Sebab saat ini ada dua titik rawan longsor di Lematang, dan membahayakan apabila dilalui truck dan bus besar”, jelasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya pada 6 Januari lalu Gubernur Herman Deru telah menghadap Menhub Budi Karya Sumadi guna mengajukan pembangunan jembatan Lematang dan jembatan Endikat serta meminta kajian teknis dari Kementerian Perhubungan untuk mendorong ke Kementerian PU agar pembangunan jembatan segera dibangun.