BNNP Sumsel Musnahkan Sabu sabu seharga 79 miliar

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Peredaran nakoba di kota Palembang sangat mengkhawatirkan hari ini saja, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 79 kilogram seharga 79 miliar Selasa,(10/12).

“Narkoba jenis sabu seberat 79 kilogram ini dibungkus dalam 79 paket masing-masing seberat 1 kilogram. Satu kilo ditaksir 1 miliar artinya 79 kilo seharga 79 miliar ini akan kita musnahkan hari ini,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Jhon Turman Panjaitan di Mako BNN Sumsel, Jakabaring, Palembang, Selasa (10/12).

Dilanjutkannya narkoba merupakan hasil tangkapan Tim Fleet One Quick Response (F1QR) TNI AL diamankan dari dua orang kurir bernama Herman dan Deny Santoso di Perairan Sungai Lais, Banyuasin pada 28 Oktober lalu.

“Ini merupakan tindak lanjut dari penanganan perkara (narkotika) dari TNI AL dan BNN,” terang Jhon.

Menurutnya, dengan penyitaan dan pemusnahan narkotika jenis sabu ini, setidaknya telah menyelamatkan 553 ribu jiwa, khususnya di Provinsi Sumsel.

“Kalau 1 gram sabu (dikonsumsi) untuk 7 orang, 553 ribu jiwa orang berhasil kita selamatkan. Ini jumlah (jiwa) yang sangat banyak, apalagi masih banyak peredaran narkotika yang saat ini masih kita telusuri,” papar Jhon.

Pada kesempatan sama, Danlanal Palembang, Kolonel Laut (P) Saryanto mengungkapkan, kurir sabu yang ditangkap merupakan jaringan internasional.

“Penyelundupan narkotika ini jenis sabu ini berasal dari Malaysia, melalui Batam hingga ke perairan Selat Bangka menuju Sumatera Selatan. Begitu mendengar informasi penyelundupan ini, kami langsung bergerak mengamankan para pelaku penyelundupan sabu ini,” jelas Saryanto.

Tidak berhenti sampai di sini, BNN dan TNI AL akan terus menelusuri peredaran narkotika yang akan masuk Sumsel lewat laut.

“Terutama menjelang tahun baru, kami mengantisipasi peredaran narkotika yang akan masuk Sumsel. Maka operasi ini akan terus dilanjutkan,” tegas Saryanto.

Setelah dipaparkan, sabu seberat 79 kilogram tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan dengan dicampur serbuk deterjen.

Selanjutnya cairan sabu dan deterjen tersebut dibuang ke septic tank kantor BNN Sumsel.

“Setelah dimusnahkan, sabu ini dibuang ke septic tank agar benar-benar lenyap,” tandas Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan.