Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Badan Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Palembang melakukan sidak terhadap makanan yang dijual di Pasar 3-4 Ulu Palembang. 

Dalam sidak ini Wawako menemukan dua jenis makanan yakni mie basah dan terasi yang positif mengandung formalin dan bahan pewarna pakaian. Dua jenis makanan tersebut langsung diamankan.

Fitri menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli makanan di pasar, dan menghimbau kepada para penjual untuk berhati-hati juga dalam membeli makanan dari para produsen untuk dijual kembali.

Fitri berujar, agar penjual harus berhati-hati juga mengambil barang dagangan. “Hari ini kita beri peringatan jika masih ada yang nakal akan langsung di bawah ke ranah hukum,” tegasnya.

Kepada konsumen yang akan berbelanja di pasar 3/4 Ulu Palembang diminta untuk berhati-hati membeli mie basah dan terasi, karena BBPOM menemukan kandungan zat berbahaya di kedua pangan tersebut.

“Setelah dilakukan pengujian terhadap mie basah dan terasi ditemukan zat berbahaya seperti rodamin B dan formalin,” ungkap Wakil walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, bersama pihak BBPOM Cabang Palembang, usai melakukan pemeriksaan di pasar 3/4 Ulu Palembang, Senin (09/12/2019).

Bersama BPOM pihaknya langsung menyita mie berbahaya tersebut, demi menjaga keselamatan konsumsen. “Saya sudah sering melakukan sidak dan imbauan agar tidak ada penjualan makanan berformalin tapi saja ada yang nakal,” katanya.

Bidang Pemeriksaan BBPOM Cabang Palembang, Nora, menyebut, untuk pelanggaran di kota Palembang penjual makanan berformalin sudah ada di mejah hijaukan.

“Komitmen BPOM beserta pemkot Palembang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk pasar bebas zat bahaya akan ditindak tegas,” tukasnya singkat.