Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pencanangan Kelompok Usaha Jamile (Jamur Merang, Melati, dan Ternak Lele) Angkasa Pura II di Kampung KB Sukamulya dan Peresmian Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumatera Selatan di Kampung KB Sukamulya – Jamile AP II Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Rabu, 11 Desember 2019.

Dalam kesempatan ini juga di canangkan MOU antara Forum CSR Kesos bekerjasama dengan Angkasa Pura II Palembang, Conocophilips, Universitas Muhamadiyah Palembang, Universitas Palembang dan PT. Penggadaian untuk pengembangan kawasan Kampung KB Sukamulya baik bidang pendidikan, pelatihan, penataan kawasan, pemodalan, pendampingan dan pemasaran.

Kampung Sukamulya Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami, Palembang, yang diresmikan menjadi Kampung KB tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan kampung tersebut.

Ditempat yang sama, Pemerintah kota (pemkot) Palembang menandatangani MoU dengan Forum CSR Kesos Sumsel, Angkasa Pura II Palembang, Conocophilips, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Palembang dan PT Pegadaian.

Kampung KB ini merupakan kampung KB kedua, setelah Kampung KB Layang-layang, yang dikembangkan bersama oleh Forum CSR Koses Sumsel.

Ketua Forum CSR Kesos Sumsel, J Rianthony Nata Kesuma, mengatakan, untuk membangun sebuah Kampung KB berdaya dan mandiri memang tidak bisa mengandalkan dari pemerintah, karena keterbatasan dana APBD maupun APBN.

“Karena itu, dilakukan sinergitas antara pemerintah, forum CSR, Kkmudian dunia usaha dan masyarakat itu sendiri, termasuk perguruan tinggi,” katanya, usai penandatanganan MoU dan launching Kampung KB Sukamulya Berdaya serta peresmian kelompok pembudidaya dan usaha Jamur Merang, Melati dan Lele (Jamele) AP II, Rabu (11/12).

Dikatakan Rian, kekurangan yang dihadapi kampung KB tersebut, itu yang menjadi prioritas pihaknya, apa yang menjadi potensi di kampung tersebut.

Ia mencontohkan, Kampung KB Sukamulya ini, potensinya jamur merang, bunga melati, dan lele. Dan lokasi lele ada 1200 kolam yang bisa digarap di sini, akan tetapi belum maksimal. Inilah peran dari dunia usaha untuk membantu memberdayakan.

“Launching ini baru dimulai, bukan yang sudah jalan. Harapan saya dalam 2 tahun ke depan, Kampung KB Sukamulya ini yang tadinya petani jamur merang hanya 40% paling tidak bertambah menjadi 100%.

Kemudian tumbuh ada koperasi simpan pinjam, bank bank sampah bermunculan, serta kolam yang ada 1200 berisi lele semua,” harapnya.

Staf Ahli Wali kota Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan, Herly Kurniawan, menuturkan, seluruh pemilik usaha di Kota Palembang untuk berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Pelaku usaha diimbau untuk terus berkiprah dan meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui alokasi CSR.

“Kampung KB adalah pemberdayaan strategis dan suatu manfaat yang baik. Agar program ini dapat berhasil dengan mendekatkan pelayanan keluarga,” ujar Herly.