Detak-Palembang.com JAKARTA – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palembang, Affan Prapanca menghadiri acara Verifikasi Akhir Bantuan PSU Perumahan tanggal 5 Desember 2019 di Hotel Kyriad Jakarta. Acara dibuka oleh Moch. Yusuf Harry Agung Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR.

Kegiatan Pemberian Bantuan dari Direktorat penyediaan perumahan kepada Pengembang Perumahan MBR yang telah diverifikasi dan seleksi oleh Tim dari Pemerintah Kota Palembang dan Kementrian PUPR serta memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Bantuan diberikan secara bergulir setiap tahun. Pada tahun 2020 Kota Palembang memperoleh bantuan untuk 3 lokasi perumahan.

Seperti diketahui, menciptakan perumahan layak huni di perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah berikan stimulan berupa bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) bagi para pengembang MBR. Alokasi anggaran bantuan PSU tahun ini sebesar Rp123 miliar akan naik di 2020, menjadi Rp202 miliar. 

Untuk meningkatkan kualitas perumahan layak huni, penyaluran bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) pun dilakukan, seperti jalan, lingkungan, penyediaan jaringan air bersih, dan tempat pembuangan sampah terpadu. Bantuan ini diberikan kepada para pengembang perumahan MBR.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid menuturkan, adanya bantuan PSU untuk pengembang, diharapkan bisa mendorong pembangunan rumah subsidi lebih banyak lagi. Selain itu, dibangunnya PSU oleh pemerintah juga agar masyarakat yang tinggal di rumah subsidi bisa memiliki kualitas hidup yang baik.

“Rumah subsidi itu dibangun untuk rakyat, agar mereka bisa tinggal dengan layak. Pengembang yang menerima bantuan PSU, juga harus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah khususnya rumah bersubsidi. Selain itu, kualitas rumah dan lingkungan, serta fasilitas pendukungnya juga harus dijaga sebaik mungkin,” katanya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan bantuan PSU untuk 119.695 unit rumah bersubsidi secara nasional sejak tahun 2015 hingga 2019. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, diikuti kebutuhan rumah subsidi setiap tahunnya.

Bantuan PSU secara nasional mendapatkan alokasi anggaran tahun 2019 sebesar Rp123 miliar. Alokasi ini untuk 13.000 unit rumah bersubsidi. “Tahun 2020 mendatang, kami telah mengalokasikan dana sekitar Rp202 miliar untuk pembangunan PSU sebanyak 22.500 unit rumah,” ucap Khalawi.