Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Aparat Polsek Kemuning mengamakan pelajar SMA di kelas 3 diketahui berinisial B (17) diduga pelaku terror bom ke Polrestabes Palembang Selasa,(10/12)

Dari pantauan Kapolsek Kemuning AKP Robert P Sihombing membawa seorang remaja ke Polrestabes Palembang merupakan hasil tangkapannya. Namun Bang Robet nama sapaan AKP Robert P Sihombing masih enggan berkomentar.

Saat dikonfirmasi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah di Mapolrestabes membenarkan remaja itu diduga sebagai pelaku terror bom yang sempat menghebohkan masyarakat Palembang

Polisi mengamankan seorang remaja bernama Bayu diketahui berstatus sebagai pelajar SMA kelas 3 terduga pelaku teror bom di rumah Kapten Purnawirawan Sunariah di Kemuning, Palembang, pada Senin (9/12) lalu.

“Ada seorang remaja diduga pelaku (teror bom) diamankan. Untuk lebih lengkapnya besok dirilis,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah di Mapolrestabes Palembang, Selasa (10/12).

Remaja tersebut mengenakan baju kaos berwarna hitam, celana jeans hitam dan sepatu kets warna hitam.

Sebelumnya penemuan sebuah bom
di rumah Sunariah (65) yang berada di jalan Sederhana kelurahan talang aman kecamatan kemuning Palembang, benar-benar mengagetkan warga pada Senin (9/12).

Namun rupanya, aksi teror bom bukan hanya sekali ini saja terjadi di wilayah tersebut.

Sebab berdasarkan keterangan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, sudah 3 kali teror bom terjadi di kawasan tersebut dalam satu minggu terakhir.

Dan yang membuat warga heran adalah teror itu terjadi di kediaman Yusuf (alm) yang tak lain adalah besan dari Sunariah.

Dimana, letak rumah mereka berada dalam satu kawasan meskipun berbeda nama jalan.

Kira-kira jaraknya hanya kurang dari 50 meter saja. “Kemarin juga ada teror bom, di rumah besan pak Sunariah. Tapi tidak terlalu besar dan info yang saya dengar teror itu juga sudah dilaporkan ke polisi,” kata seorang warga sekitar.

Saat mendatangi kediaman keluarga Almarhum Yusuf yang dikatakan warga sekitar adalah besan Sunariah.

Rumah bercat hijau yang terletak di komplek CPM jalan Gama 1 Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning Palembang itu, sudah dalam keadaan kosong dengan pagar terkunci.

Dari keterangan warga sekitar yang saat ditemui tengah berkumpul di samping rumah Yusuf, pemilik rumah takut untuk menempati rumah itu sekarang.

Tepatnya sejak teror bom yang sudah 3 kali mereka alami.

“Kami panggil pemilik rumah itu ibu Yusuf, seperti nama suaminya. Kalau nama aslinya kami tidak tahu. Beliau memang sering tinggal di rumah anak-anaknya. Dan sekarang sejak ada teror, jadi tidak lagi kesini. Wajar juga karena memang takut,”ujar Meri (45) salah seorang warga sekitar.

Tak hanya pemilik rumah saja yang merasa takut dengan teror yang terjadi.

Namun warga sekitar juga merasa resah dengan adanya teror yang dianggap begitu meresahkan.

“Wah, bukan lagi. Kami semua cemas, takut nanti jadi korban,”ujarnya.

Meri mengatakan, rentetan teror yang dialami keluarga Yusuf bermula sekitar seminggu yang lalu.

Tepatnya ketika ada seseorang yang sengaja melempar bom molotov di rumah tersebut.

“Untuk ledakannya tidak besar. Tapi sempat membaik kursi rotan di teras. Sekarang kalau saya tidak salah kursi itu sudah dibawa ke Polsek. Karena pihak keluarga juga sudah melaporkan kejadian itu,”ujarnya.

Teror yang kedua, Meri tidak terlalu tahu pasti kapan terjadinya. Namun ia mendapat informasi adanya bom kedua dari salah seorang penghuni rumah kediaman Yusuf.

Sedangkan teror ketiga kembali terjadi hanya berselang dua hari dari kabar adanya teror kedua.

Berdasarkan keterangan Meri yang mengaku kembali mendengar cerita dari salah seorang penghuni rumah filed Yusuf, ada seseorang mengganggukan sepeda motor matic yang sengaja kembali melempar bom molotov ke rumah tersebut.

Beruntung bom itu tidak meledak dan menyasar masuk ke kolam kering yang berada persis di halaman rumah.

“Untungnya tidak meledak. Tapi kami cemas juga dengar kabar itu,”ujarnya.

Ada pula seorang warga lain menduga, teror yang terjadi itu dikarenakan permasalahan travel yang dikelola oleh salah seorang anak dari almarhum Yusuf.

Namun bagaimana inti dari persoalan itu secara rinci, warga tersebut tidak mengetahuinya secara pasti.

“Tapi bukan anak pak Sunariah yang setau kami ikut urus travel. Pak Sunariah dan pak Yusuf memang besan. Tapi yang urus travel itu kakak ipar anak pak Sunariah. Itulah kenapa kami heran, kok pak Sunariah kena teror juga. Padahal kan dia tidak ada urusan. Lagian bukan anak dia yang punya kerjaan ngurus travel,” ujar warga tersebut.

Terlepas apapun alasannya, warga sekitar tetap merasa cemas dengan adanya teror bom yang beberapa hari belakangan ini terus saja terjadi.

Untuk itu warga sangat berharap agar aparat kepolisian segera menemukan dan menangkap pelaku yang sudah begitu meresahkan itu.

“Biar kami bisa tenang. Takut juga kalau ada teror seperti ini. Kami juga tidak bisa tidur jadinya,”ujar warga.